TRUNOJOYO-KP-18470-170311100037-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-KP-18470-170311100037-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (730kB)
TRUNOJOYO-KP-18470-170311100037-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-KP-18470-170311100037-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (533kB)
TRUNOJOYO-KP-18470-170311100037-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-KP-18470-170311100037-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
TRUNOJOYO-KP-18470-170311100037-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-KP-18470-170311100037-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
TRUNOJOYO-KP-18470-170311100037-PKL_170311100037_RATRIA RESTI KHOIRANI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Mikoriza adalah kelompok jamur tanah yang diketahui dapat berfungsi sebagai pupuk hayati, yang berperan terhadap peningkatan kesehatan tanah, ramah lingkungan dan mampu meningkatkan status hara tanah serta hasil pertanian (Nurhayati, 2012). Menurut Octaviani et al. (2014), mikoriza berperan dalam peningkatan penyerapan unsur hara tanah yang dibutuhkan oleh tanaman seperti N, P, K, Zn, Mg, Cu, dan Ca. Keefektifan penyerapan unsur hara oleh tanaman inang tergantung interaksi yang kompleks antara kapasitas tanah, kebutuhan unsur hara (fosfor) tanaman, kemampuan jamur menginfeksi dan menyediakan unsur hara bagi tanaman inang.
Penggunaan mikoriza merupakan salah satu upaya meningkatkan produktivitas tanaman dengan memanfaatkan agen hayati sebagai pupuk hayati. Pupuk hayati merupakan inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambah hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman (Dewi, et al., 2017).Penggunaan pupuk mikorizadapat dikombinasikan dengan penggunaan pupuk organik (kompos). Melalui sistem ini kesuburan tanah dapat dikembalikan sehingga daur ekologis di dalam tanah dapat kembali berlangsung dengan baik. Melalui cara ini maka dapat diperoleh perbandingan penggunaan pupuk kompos dan mikoriza serta menekan penggunaan pupuk anorganik (Sari et al, 2015).
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur merupakan balai di bawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang mempunyai tugas utama yaitu melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Salah satu program kerja BPTP adalah program perbanyakan mikoriza. Kegiatan perbanyakan mikoriza bertujuan untuk memanfaatkan penggunaan agen hayati guna meningkatkan produktivitas tanaman, serta sebagai pupuk organikyang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RATRIA RESTI KHOIRANI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEKNIK PERBANYAKAN;MIKORIZA ARBUSKULAR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 11:23 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20519 |
