TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18459-150111100242_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (55kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18459-150111100242_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (650kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18459-150111100242_Chapter_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (563kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18459-150111100242_Chapter_2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (413kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18459-150111100242_Chapter_3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (554kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18459-150111100242_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (554kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18459-150111100242_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (215kB)
Abstract
ABSTRAK
Pemilihan Umum yang kemudian disingkat menjadi Pemilu, merupakan kegiatan demokrasi dalam suatu negara demokrasi. Pemilu merupakan salah satu pilar dari sebuah proses sebagai sarana untuk mewujudkan kehendak warga masyarakat suatu negara. Pemilihan umum merupakan proses demokrasi untuk memilih pemimpin, yaitu mekanisme pergantian kekuasaan yang paling aman, bila dibandingkan dengan cara-cara yang lain. Oleh karena itu bisa dikatakan, pemilu merupakan pilar utama dari sebuah demokrasi. Kampanye adalah cara yang bisa dilakukan oleh peserta pemilu untuk mengenalkan, memberikan informasi terkait visi, misi atau program yang ditawarkan oleh pasangan calon dalam hal ini yaitu presiden dan wakil presiden. Jenis kampanye sendiri terdiri atas kampanye negatif (negative campaign) dan kampanye hitam (black campaign). Kampanye negatif mengungkapkan fakta yang pernah terjadi untuk menunjukkan kekurangan seseorang. Sedangkan kampanye hitam merupakan kampanye yang tidak didasarkan pada fakta, dan cenderung berupa fitnah yang mengarah pada suatu tindak pidana.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach).
Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa perlu dilakukannya suatu pembedaan antara kampanye negatif (negative campaign) dengan kampanye hitam (black campaign). Bahwasannya untuk kampanye negatif dalam pelaksanaannya masih diperbolehkan karena menyajikan atau memberitakan seseorang dengan fakta yang memang pernah terjadi mengenai kekurangan, prestasi yang kurang baik terhadap seseorang tersebut dalam pekerjaan atau jabatan yang pernah dilaksanakannya. Sehingga perbuatan tersebut tidak dapat ditindak secara hukum sepanjang apa yang disampaikan dalam kampanye itu adalah suatu fakta. Dengan adanya kampanye negatif, dapat menjadi pertimbangan bagi para pemilih yaitu masyarakat luas untuk menentukan dan memilih kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden karena sebelumnya telah mengetahui fakta-fakta yang diungkap ke publik. Namun sebaliknya kampanye hitam (black campaign) adalah suatu kampanye yang isinya tidak didasarkan pada fakta sebenarnya, dan bahkan cenderung berupa fitnah yang tentunya dapat berpotensi mengarah pada perbuatan tindak pidana.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOH. RISWANDA IMAWAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | General Election, Negative Campaign, Black Campaign |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 11:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20469 |
