TRUNOJOYO-KP-18455-170311100064-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (538kB)
TRUNOJOYO-KP-18455-170311100064-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (112kB)
TRUNOJOYO-KP-18455-170311100064-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
TRUNOJOYO-KP-18455-170311100064-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (464kB)
TRUNOJOYO-KP-18455-170311100064-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (277kB)
TRUNOJOYO-KP-18455-170311100064-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (73kB)
TRUNOJOYO-KP-18455-170311100064-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (81kB)
TRUNOJOYO-KP-18455-170311100064-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (413kB)
Abstract
Tebu atau dalam bahasa latin disebut Saccaharum officinarum L. merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dapat tumbuh secara baik di daerah yang memiliki iklim tropis. Dari tanaman tebu dapat dihasilkan berbagai macam produk yang bermanfaat bagi manusia, salah satunya gula. Gula merupakan komoditas yang penting bagi masyarakat Indonesia, baik sebagai kebutuhan pokok maupun sebagai bahan baku industri makanan atau minuman.Sebagai bahan baku pembuatan gula pasir, tebu berperan besar dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Tanaman tebu mampu mencapai bobot kering rata-rata 1000−1200 kuintal per hektar jika dibudidayakan dengan teknik yang baik dan benar (Pratama et al. 2010). Kebutuhan gula semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Pada September tahun 2018, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan membuka keran impor gula. Namun permintaan gula belum diimbangi dengan produksi gula dalam negeri. Oleh karena itu, untuk mengimbangi laju permintaan yang tinggi, usaha yang dilakukan pemerintah adalah mengimpor gula untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.
Peningkatan produksi tebu dapat dilakukan dengan intensifikasi dan ekstensifikasi. Budidaya tanaman tebu merupakan faktor kunci penentu produksi gula harus terus menerus diperbaiki. Salah satu kendala dalam budidaya tebu adalah adanya serangan hama. Serangan hama merupakan kendala dalam peningkatan produktivitas tanaman tebu. Beberapa hama penggerek yang menyerang tanaman tebu antara lain penggerek bergaris (Chilo sacchariphagus), penggerek berkilat (Chilo auricilus), penggerek abu-abu (Eucosma scistaceana), penggerek kuning (Chilotraea infuscatella), penggerek jambon (Sesamia inferens), dan yang lainnya adalah penggerek raksasa (Pragmatoecia castanea). Diantara berbagai hama yang menyerang tanaman tebu, adapun kendala terbesar yang terdapat pada tebu adalah penggerek batang tebu bergaris dan penggerek batang berkilat. Serangan hama ini dapat menimbulkan kerugian mencapai 30-45% (Meidalima et al. 2012).
Serangan penggerek batang dan pucuk pada tanaman berumur lebih dari lima bulan terbentuk terowongan yang dapat mengakibatkan kualitas dan kuantitas gula menjadi rendah (Meidalima dan Ruarita 2015). Upaya pemanfaatan parasitoid di Indonesia sebagai agens biokontrol dalam pengendalian hayati hama telah banyak dilakukan karena pemanfaatan parasitoid sangat efektif dalam pertanian berkelanjutan (Herlina, 2012). Namun untuk dapat memanfaatkan parasitoid dalam areal yang luas, diperlukan program produksi massal untuk membiakkan serangga Trichogramma chilonis dan Trichogramma japonicum.
Perkembangbiakan melalui inang utama yaitu telur Chilo sp. sulit untuk ditemukan dipertanaman tebu maka dari itu adanya inang alternatif yang digunakan dalam perkembangbiakan Trichogramma sp. Salah satu spesies serangga hama yang dapat digunakan sebagai inang alternatif dan telah banyak digunakan di Indonesia adalah Corcyra cephalonica (Alba, 1990). Salah satu pembiakan massal dapat dilaksanakan pada balai atau pabrik yang sudah mengetahui prosedur dan tata cara pengembangbiakan Trichogramma chilonis dan Trichogramma japonicum dalam skala laboratorium.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NURUL MUFLIKHA CHUMAIROH |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEKNIK PERBANYAKAN;QUALITY CONTROL |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 11:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20454 |
