TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5706-10.03.2.1.1.00005_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (164kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5706-10.03.2.1.1.00005_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5706-10.03.2.1.1.00005_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (151kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5706-10.03.2.1.1.00005_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (314kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5706-10.03.2.1.1.00005_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5706-10.03.2.1.1.00005_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (178kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5706-10.03.2.1.1.00005_Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (293kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5706-10.03.2.1.1.00005_Refrences.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (54kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5706-10.03.2.1.1.00005_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (422kB)
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bangkalan khususnya di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini adalah (1). Mengetahui tingkat aktual penggunaan input produksi pada pola tanam usahatani tebu di Kabupaten Bangkalan (studi kasus Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan) dan (2). Mengetahui tingkat optimal penggunaan input produksi pada pola tanam usahatani tebu di Kabupaten Bangkalan (studi kasus Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan). Metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis pendapatan untuk mendiskripsikan penggunaan input produksi dan menghitung keuntungan yang diperoleh pada kondisi aktual serta Linear Programming (LP) untuk mengetahui alokasi penggunaan input produksi pada kondisi optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah input pada bibit pada kondisi aktual pada pola tanam A dan B sebanyak 80 kwintal per hektar, pada pupuk kompos sebanyak 30 kwintal per hektar, pupuk za sebanyak 2 kwintal per hektar lalu pada pupuk phonska sebanyak 5 kwintal, pada pupuk urea sebanyak 1 kwintal per hektar dan penggunaan sidamin dengan amigras sama-sama sebanyak 1 liter per hektar. Berbeda dengan jumlah tenaga kerja, jika pada pola tanam A jumlah tenaga kerja yang digunakan sebanyak 157 HOK sedangkan pada pola tanam B sebanyak 153 HOK per hektarnya. Sehingga pola tanam optimal yang disarankan adalah pola tanam B yang penanamannya dilahan kering seluas 31,48 hektar dengan keuntungan sebesar Rp. 336.311.100.
Kata kunci : Pola Tanam, linier programming.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TITA WIDIA UMARI |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Pola Tanam, linier programming |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2045 |
