TRUNOJOYO-KP-18447-170311100062-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (341kB)
TRUNOJOYO-KP-18447-170311100062-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-KP-18447-170311100062-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB)
TRUNOJOYO-KP-18447-170311100062-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (100kB)
TRUNOJOYO-KP-18447-170311100062-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (515kB)
TRUNOJOYO-KP-18447-170311100062-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (73kB)
TRUNOJOYO-KP-18447-170311100062-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (76kB)
TRUNOJOYO-KP-18447-170311100062-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan komoditas dari kelompok sayuran yang sangat dibutuhkan masyarakat karena umbi bawang putih banyak digunakan sebagai bumbu masak. Selain dikonsumsi sebagai bumbu masak, bawang putih dapat digunakan sebagai bahan obat dan kosmetik. Sentra produksi bawang di Indonesia yaitu di daerah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dan Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Selain daerah tersebut sekarang komoditas bawang putih dapat dikembangkan di daerah Batu, Malang, Jawa Timur dan Kabupaten Tawangmangu, Jawa Tengah.
Kebutuhan bawang putih dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk khususnya di daerah Jawa Timur. Namun, peningkatan ini belum mampu diimbangi dengan peningkatan produksi. Hasil survei BPS (2017) kebutuhan bawang putih di Jawa Timur mencapai 62.000 ton/tahun sedangkan produksi bawang putih di Jawa Timur mengalami fruktuatif di tahun 2015 sebesar 582 ton, tahun 2016 sebesar 777 ton dan tahun 2017 sebesar 653 ton.
Upaya peningkatan bawang putih tidak selalu berjalan lancar dikarenakan beberapa kendala. Kendala yang menyebabkan rendahnya produktivitas bawang putih salah satunya dikarenakan pemupukan dan penggunaan pupuk yang kurang tepat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam memenuhi permintaan pasar yaitu dengan pemupukan yang benar sehingga hasil yang diperoleh lebih optimal. Daerah Jawa Timur yang menghasilkan produksi bawang putih berada di daerah Malang. Unsur S berperan untuk membantu pembentukan zat hijau daun, penyusun protein, vitamin dan memperbesar ukuran umbi. Peran unsur S pada bawang putih yaitu berkaitan dengan ukuran umbi dan banyaknya umbi yang dihasilkan, sedangkan akibat dari kekurangan unusur S pada bawang putih yaitu daun menguning yang ditandai dengan gejala peertama terlihat pada daun tua (Zaman et al. 2011). BPTP, Jawa Timur yang berada di Malang merupakan salah satu tempat yang melaksanakan kegiatan penanaman bawang putih dengan beberapa perlakuan seperti perlakuan pemupukan sehingga memperoleh hasil bawang putih yang baik. Pemupukan dan penggunaan pupuk yang tepat dapat meningkatkan hasil produksi bawang putih.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SITI MARYATI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PUPUK SULFUR;BAWANG PUTIH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 11:01 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20421 |
