SISTEM BUDIDAYA TUMPANG SARI ANTARA TANAMAN CABAI (Capsicum annum L) DENGAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L)

Amelia Fera Putri (2020) SISTEM BUDIDAYA TUMPANG SARI ANTARA TANAMAN CABAI (Capsicum annum L) DENGAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L). S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Cover.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (436kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 1.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (109kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 2.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (154kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 3.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (93kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 4.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (719kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 5.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (75kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Daftar Pustaka.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (94kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Lampiran.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18446-170311100041-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (886kB)

Abstract

Tanaman cabai (Capsicum annum L.) adalah tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara komersial, hal ini disebabkan karena tanaman cabai memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap dan memiliki nilai ekonomis tinggi yang banyak digunakan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk keperluan industri makanan, di Indonesia cabai merah merupakan jenis sayuran yang cukup penting (Harpenas dan Dermawan 2011). Secara ekonomis komoditas cabai sangat berpotensi untuk dikembangkan, karena mengingat kebutuhan cabai yang tidak pernah menurun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, disisi lain cabai juga merupakan komoditi ekspor yang menjanjikan karena semakin ditingkatkannya ekspor komoditas non migas (Barus, 2006).
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengupayakan peningkatan produktivitas tanaman cabai. Penggunaan mulsa, pupuk kandang, dan pestisida dilaporkan Uhan dan Nurtika (1995) mampu meningkatkan hasil, mengendalikan hama, dan penyakit cabai merah. Uhan dan Duriat 1996. menyatakan bahwa gabungan penggunaan mulsa plastik warna perak dan insektisida sihalotrin efektif untuk menekan infestasi hama, insiden virus, dan mempertahankan hasil. Penggunaan pupuk majemuk makro berbentuk tablet dilaporkan mampu meningkatkan daya hasil cabai merah secara efisien (Rosliani, 1997). Guna mengatasi masalah pelarutan pupuk N yang membuat N cepat hilang, dapat diatasi dengan penggunaan pupuk N pelepas lambat. Sumarni dan Suwandi (1994) menyatakan bahwa pemberian pupuk N pelepas lambat berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah dan bobot buah cabai merah sehat.
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu kebutuhan pokok, namun kebutuhan bawang merah tidak dapat dihindari oleh konsumen rumah tangga sebagai pelengkap bumbu masakan sehari-hari. Kegunaan lain dari bawang merah ialah sebagai obat tradisional yang manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat luas. Demikian pula pesatnya pertumbuhan industri pengolahan makanan akhir- akhir ini juga cenderung meningkatkan kebutuhan bawang merah di dalam negeri (Fimansyah dan Sumarni, 2013).
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) mengandung vitamin D dan vitamin C. Bawang merah memiliki manfaat sebagai bumbu masakan yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan bawang merah yang banyak meningkatkan kebutuhan bawang merah. Hal ini berpengaruh terhadap kenaikan permintaan bawang merah (Wibowo, 2001). Badan Pusat Statistik (2015) menyatakan bahwa produksi bawang merah di Indonesia terus mengalami fluktuasi. Produksi bawang merah dari tahun 2010 sampai dengan 2014 berturut-turut yaitu 1.048.934 ton, 893.124 ton, 964.221 ton, 1.010.773 ton, dan 1.233.989 ton. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah.
Salah satu penyebab semakin rendah suatu produksi yaitu semakin berkurangnya lahan pertanian yang ada. Lahan pertanian telah dialihfungsikan untuk aktivitas lainnya yang bernilai ekonomis. Salah satu bentuk untuk mengatasi permasalahan berkurangya lahan pertanian, maka dapat dilakukan dengan penerapan teknologi pola tanam tumpang sari.
Sistem penanaman secara tumpang sari antara bawang merah dan cabai merah merupakan alternatif teknologi yang dapat dikem-bangkan pada lahan kering bekas tsunami. Penanaman secara tumpang sari mampu memberikan hasil tanaman secara keseluruhan lebih tinggi dibandingkan dengan pola monokultur, apabila sesuai pemi-lihan jenis tanaman yang ditumpangsarikan (Prajnanta, 1998). Kombinasi tanaman dalam sistem tumpang sari dapat dilakukan dengan mempertimbangkan jenis tanaman yang akan ditanami, selain itu juga harus diperhatikan jarak antar tanaman (Suara Merdeka, 2004).
Dalam rangka memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang budidaya antara tanaman cabai dengan bawang merah meggunakan metode tumpang sisip yang baik dan benar, maka dilakukan praktik kerja lapang di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Adanya kegiatan Praktek Kerja Lapang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait dengan teori dan pengetahuan yang ada dilapang. Oleh karena itu, teori-teori yang dipelajari dari berbagai mata kuliah dapat langsung dipraktekkan di instansi, lembaga atau perusahaan baik swasta maupun negeri. Melalui praktik kerja lapang tersebut diharapkan menambah wawasan dan pengetahuan mengenai budidaya tumpang sari antara tanaman cabai (Capsicum annum L) dengan bawang merah (Allium ascalonicum L) di balai besar pelatihan pertanian ketindan malang jawa timur.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Amelia Fera Putri
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords TUMPANG SARI;TANAMAN CABAI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 11:00
Last Modified 24 Oct 2026 17:08
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20417

Actions (login required)

View Item
View Item