TRUNOJOYO-KP-18445-170311100005-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (460kB)
TRUNOJOYO-KP-18445-170311100005-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (73kB)
TRUNOJOYO-KP-18445-170311100005-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (122kB)
TRUNOJOYO-KP-18445-170311100005-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (72kB)
TRUNOJOYO-KP-18445-170311100005-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (466kB)
TRUNOJOYO-KP-18445-170311100005-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (49kB)
TRUNOJOYO-KP-18445-170311100005-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (78kB)
TRUNOJOYO-KP-18445-170311100005-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Sayuran merupakan komoditi hasil pertanian yang cukup diminati oleh konsumen karena berbagai manfaat yang terkandung didalamnya. Sifat dari produk pertanian ini yaitu jumlahnya melimpah saat panen, bersifat musiman, serta memiliki sifat mudah rusak. Sayuran dan produk hasil pertanian lainnya setelah dipanen akan mengalami metabolisme sehingga bila tidak ditangani dengan baik akan memicu turunnya kualitas atau mutu serta dapat menurunkan tingkat kesegarannya. Oleh karena itu diperlukan adanya penanganan terhadap produk hasil pertanian agar produk tersebut samapi ke tangan konsumen dalam kondisi baik.
Tanaman Okra (Abelmoschus esculenthus (L.) Moench) merupakan salah satu tanaman komoditas hortikultura jenis sayuran. Tanaman ini banyak tersebar di daerah tropis maupun subtropis. Terdapat dua macam tanaman okra, yaitu tanaman okra hijau dan tanaman okra merah. Indonesia merupakan negara yang juga melakukan budidaya tanaman okra di beberapa wilayah tertentu baik okra hijau maupun okra merah.
Tanaman okra merupakan salah satu sayuran yang sangat rendah kalori. Tanaman okra hanya mengandung 30 kalori per 100gr dan tidak mengandung lemah jenuh atau kolestrol. Okra adalah sumber sayuran yang kaya serat, mineral, dan vitamin sehingga sering direkomendasikan oleh ahli gizi untuk mengendalikan kadar kolestrol dan program penurunan berat badan. Okra dapat membantu dalam proses peristaltik pencernaan dan meringankan sembelit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila penanganan pascapanen kurang baik maka penurunan hasil sayuran dapat mencapai 22-70%. Kehilangan hasil setiap hari bervariasi antara 3-11%. Hal ini karena hasil sayuran mengalami kemunduran (decay), terlalu matang (over-ripening), kerusakan mekanis (mechanical inluiy), susut berat (weight lost), perempelan (trimming), bertunas (sprouting) don mengalami penclokatan (browning). Kualitas sayuran ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor genetis dan lingkungan. Setelah sayuran dipanen, tidak ada perlakuan yang dapat meningkatkan kualitas hasil, yang dapat dilakukan adalah mempertahankan kualitas hasil. Untuk meminimalkan penurunan kualitas dan indeks sampah (kuantitas) setelah panen, sayuran harus dipanen, ditangani dan disimpan dengan penuh perhatian.
Pengetahuan tentang penanganan pascapanen okra yang tepat sangat perlu untuk di pelajari agar tidak menurunkan kualitas produksi. Oleh karena itu, praktik kerja lapang di PT. Mitratani Dua Tujuh Jember dengan tema penanganan pascapanen perlu diperlukan untuk mempelajari produksi okra yang tinggi dengan kualitas tinggi. Penanganan pascapanen yang dilakukan di PT. Mitratani Dua Tujuh Jember meliputi pengangkutan hingga tahap packaging.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM APRILIA RATNASARI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PANEN;OKRA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 10:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20413 |
