TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37380-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (53kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37380-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37380-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (60kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37380-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (280kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37380-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (162kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37380-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37380-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (47kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37380-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (163kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37380-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (934kB)
Abstract
Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan hama utama yang menjadi ancaman serius bagi tanaman sawi. Serangan ulat grayak dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kegagalan panen. Penurunan hasil akibat serangan ulat grayak dapat mencapai hingga 80%. Umumnya, petani mengatasi hama ulat grayak dengan menerapkan insektisida kimia secara intensif. Cara ini dapat berdampak negatif pada ekosistem, seperti memusnahkan musuh alami, menimbulkan resurgensi dan resistensi hama, serta menyebabkan pencemaran lingkungan akibat residu yang ditinggalkan. Diperlukan metode pengendalian yang ramah lingkungan terhadap ekosistem, salah satunya adalah pemanfaatan tanaman sebagai insektisida nabati. Selain dapat mengurangi dampak negatif pada ekosistem, diharapkan insektisida nabati ini juga terbuat dari bahan-bahan yang terjangkau serta proses pembuatannya yang mudah. Hal tersebut harus dilakukan agar benar-benar bisa menjadi alternatif bagi para petani sebagai pengganti insektisida kimia. Salah satu proses pembuatan insektisida nabati yang mudah dan terjangkau bagi petani adalah dengan cara maserasi dengan merendam bagian dari tanaman menggunakan air untuk melarutkan senyawa yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu maserasi daun tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap mortalitas dan intensitas serangan ulat grayak (Spodoptera litura). Penelitian dilaksanakan di green house Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada tanggal 27 November 2024 sampai 30 Januari 2025. Waktu perendaman yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 36 jam, 48 jam, 60 jam, 72 jam, dan 84 jam dengan total 80 ekor ulat uji instar 2 dengan metode semprot pada tanaman jagung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu perendaman 72 jam lebih efektif untuk membunuh ulat grayak (Spodoptera litura) dan menekan serangannya dibanding perlakuan lain.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DANNY KURNIAWAN |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Ekstrak daun tembakau;ulat grayak (Spodoptera litura);waktu maserasi |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 10:41 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:08 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20341 |
