PENERAPAN SSOP, GMP DAN HACCP PADA PROSES PEMBEKUAN CUMI-CUMI (Loligo Forbesii) DI PT PAN PUTRA SAMUDRA

DZIKRUL MUTTAQIN UBAIDILLAH (2020) PENERAPAN SSOP, GMP DAN HACCP PADA PROSES PEMBEKUAN CUMI-CUMI (Loligo Forbesii) DI PT PAN PUTRA SAMUDRA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Cover.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (516kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 1.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (106kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 2.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (275kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 3.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (108kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 4.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 5.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (100kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Daftar Pustaka.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (92kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Lampiran.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-18414-1703311100055-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, hal
tersebut tak lain karena wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau. Jumlah pulau
yang menyusun negara kesatuan Indonesia adalah sejumlah 17.508 pulau. Dengan
jumlah pulau yang demikian banyak, Indonesia mempunyai garis pantai sepanjang
81.290 km. Sedangkan luas perairan Indonesia adalah seluas 5,8 juta km2, yang
terdiri dari perairan kepulauan dengan luas 2,3 juta km2, perairan teritorial seluas
0,8 juta km2, dan perairan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia seluas 2,7
juta km2. Indonesia juga dikenal sebagai negara mega-biodiversity dalam hal
keaneragaman hayati karena memiliki kawasan pesisir yang sangat potensial
untuk dijadikan sumber perekonomian masyarakat (Hanidah et all 2018). Salah
satu komoditas hasil perairan yang menjadi sumber perekonomian masyarakat
pesisir adalah cumi-cumi.
Cumi-cumi merupakan hewan laut yang hidup dibagian domersal atau
semi pelagik daerah pantai. Kandungan gizi daging cumi-cumi (Loligo Sp) per
100 gram yaitu: energi 75 Kkal, protein 16,1 gram, lemak 0,7 gram, dan
karbohidrat 0,1 gram (Jumiati et all 2019). Kandungan air dan protein yang tinggi
pada cumi-cumi menjadikan hasil perikanan tangkap ini mudah rusak atau
mengalami pembusukan. Karenanya cumi-cumi membutuhkan penangananan
khusus. Penanganan khusus tersebut berupa perlakuan yang harus diberikan tepat
setelah cumi-cumi ditangkap dari laut. Dari kebutuhan tersebut menuntut adanya
industrialisasi perikanan tangkap guna memobilisasi penanganan dan pengolahan
cumi-cumi. Keberadaan industrialisasi perikanan tangkap akan mampu
memberikan nilai tambah pada cumi-cumi. Indutrialisasi perikanan tangkap ini
dapat berupa pengolahan cumi-cumi menjadi suatu produk ataupun penanganan
cumi-cumi dengan tujuan memperpanjang masa simpan cumi-cumi agar sampai
ditangan konsumen dalam keadaan utuh.
Proses penanganan cumi-cumi yang tepat akan membuat kualitas cumicumi
tetap terjaga dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah regulasi yang
mengatur tata cara produksi suatu produk terutama produk-produk makanan.Guna menjawab kebutuhan tersebut, dikenalkanlah istilah Good Manufacturing
Practices (GMP) atau Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB). Good
Manufacturing Practices (GMP) merupakan sebuah aturan yang disusun untuk
menjamin kualitas dan keamanan produk. Sistem ini akan membantu manajemen
dalam proses pembangunan pabrik dan menjalankan proses produksi hingga
diperoleh produk yang berkualitas serta layak untuk dikonsumsi. Keberadaan
Good Manufacturing Practices (GMP) yang begitu vital membuat sistem ini
menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh produsen. Diatas Manufacturing
Practices (GMP) terdapat juga sistem kemanan dan jaminan mutu pangan yaitu
Sanitation Standart Operating Procedures (SSOP) dan Hazard Analysis Critical
Control Point (HACCP). Legalitas Good Manufacturing Practices (GMP),
Sanitation Standart Operating Procedures (SSOP) dan Hazard Analysis Critical
Control Point (HACCP) menjadi tuntutan bagi produsen produk makanan. Oleh
karena itu, pengetahuan tentang Good Manufacturing Practices (GMP),
Sanitation Standart Operating Procedures (SSOP) dan Hazard Analysis Critical
Control Point (HACCP) adalah hal yang wajib diketahui, difahami dan
diimplementasikan dikemudian hari.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
DZIKRUL MUTTAQIN UBAIDILLAH
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords SSOP;GMP;HACCP;PEMBEKUAN CUMI-CUMI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 10:28
Last Modified 24 Oct 2026 17:08
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20286

Actions (login required)

View Item
View Item