MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA IKAN KERAPU CANTANG (Ephinephelus fuscoguttatus><lanceolatus) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO

WIRANTO (2023) MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA IKAN KERAPU CANTANG (Ephinephelus fuscoguttatus><lanceolatus) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-28155-200351100006-Wiranto PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-28155-200351100006-Wiranto PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (26MB)

Abstract

Ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus><lanceolatus) merupakan
komoditas ikan kerapu yang bernilai ekonomis tinggi dan telah menjadi komoditas
ekspor penting terutama Hongkong, Jepang, Singapura dan China. Pemenuhan
permintaan ekspor ikan konsumsi masih tergantung dari hasil tangkapan nelayan.
Kegiatan reproduksi ikan kerapu cantang belum maksimal dan masih tergantung
pada benih dari alam yang dimana dari jumlah benih masih belum optimal.
Pemenuhan kebutuhan benih ikan masih sangat dibutuhkan secara
berkesinambungan terutama benih hasil budidaya. Usaha pembenihan ikan kerapu
semakin berkembang seiring dengan berkembangnya usaha budidaya kerapu. Hal ini didukung dengan ditemukannya paket teknologi pembenihan ikan kerapu
cantang, sehingga kebutuhan benih selama ini masih tergantung pada benih hasil
tangkapan dari alam yang ketersediaan dan jumlahnya sangat berbeda dan menjadi
kendala dalam budidaya ikan kerapu cantang (Palupi et al., 2020).
Kualitas air adalah istilah yang menggambarkan kebugaran atau kesesuaian air
untuk tujuan tertentu. Kualitas air dapat ditentukan dengan melakukan pengujian
tertentu dalam suatu perairan dengan parameter kualitas air. Parameter kualitas air
adalah siklus hidup ikan yang turut berperan dalam kelangsungan hidup ikan.
Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian adalah salinitas, suhu, DO,
nitrit dan pH dan amoniak. Pengukuran kualitas air dilakukan pada pagi hari sebelum
ikan diberi pakan. Kualitas air yang langsung diukur secara in situ adalah O 2 terlarut
yang diukur dengan DO meter, pH air dengan pH meter dan salinitas dengan
Handrefractometer (Siregar & Adelina, 2012).
Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo merupakan unit
pelaksanaan teknis (UPT) di bawah naungan Direktorat Jendral Perikanan
Budidaya. BPBAP Situbondo terletak di Jl. Raya Pecaron, Kecamatan Panarukan,
Pecator, Klatakan, Situbondo, Kabupaten Situbondo. Komoditas yang
dikembangkan di BPBAP Situbondo yaitu induk udang vaname dan beberapa benih
ikan air payau dan laut meliputi bandeng, udang vaname, kakap putih, ikan kerapu
dan sedang mengembangkan teknologi kultur jaringan rumput laut. BPBAP
Situbondo mempunyai tugas melakukan uji terap Teknik dan Kerja sama, produksi,
pengujian laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan, bimbingan teknis dan
pengelolaan sistem informasi di bidang perikanan budidaya air payau.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
WIRANTO
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords IKAN KERAPU
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 10:17
Last Modified 24 Oct 2026 17:08
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20238

Actions (login required)

View Item
View Item