ANALISIS KANDUNGAN pH, DISSOLVED OXYGEN, DAN TOTAL DISSOLVED SOLIDS PADA SUNGAI BADUG, DI UPTD LABORATORIUM LINGKUNGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN NGANJUK

Dhea Ayu Ananda Putri (2023) ANALISIS KANDUNGAN pH, DISSOLVED OXYGEN, DAN TOTAL DISSOLVED SOLIDS PADA SUNGAI BADUG, DI UPTD LABORATORIUM LINGKUNGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN NGANJUK. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-28153-200351100002-Dhea Ayu Ananda  Putri_200351100002.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-28153-200351100002-Dhea Ayu Ananda Putri_200351100002.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Air yang bermutu baik ialah keperluan individu begitu pula dengan udara
yang memuat oksigen di dalamnya. Adanya air bukan sekedar ditetapkan
berdasarkan kuantitas namun juga kualitas. Kualitas air yang baik dalam
kehidupan sehari-hari amat menetapkan mutu kehidupan baik pada individu
ataupun makhluk hidup lainnya. Indeks untuk menetapkan kualitas air yaitu ikan.
Parameter kualitas air seperti biologi, fisika, juga kimia mampu menentukan mutu
air di berbagai perairan. Penetapan mutu air sungai secara kimia dan fisika
membutuhkan waktu yang panjang juga anggaran yang besar karenanya
pemanfaatan parameter biologi dengan mengaplikasikan ikan menjadi vital untuk
dilaksanakan (Marlina et al., 2017).
Sungai merupakan ekosistem yang menghadapi kerusakan terbesar sebab
segala pembuangan dari seluruh aktivitas baik dari pemukiman, industri,
seluruhnya berakhiran di sungai yang berdampak pada mutu juga fungsi serta
kegunaan sungai tersebut. Transformasi pemanfaatan lahan yang dijumpai
dengan meningkatnya kegiatan domestik, pertanian juga industri akan
mengakibatkan efek dampak pada keadaan mutu air sungai terlebih kegiatan
domestik yang melimpahkan sumbangsih BOD terbanyak ke badan sungai.
Kegiatan pertanian dengan mengaplikasikan pupuk serta pestisida mampu
berdampak pada mutu air sungai lewat limbah dari lahan pertanian yang masuk
ke badan air. Pemerintah sendiri telah memutuskan lewat Peraturan Pemerintah
No. 82/2001 mengenai standart beban pencemaran dari kontaminan-kontaminan
yang mempengaruhi kualitas air sungai (Tarima et al., 2016).
Mutu air sungai terdampak oleh mutu kuantitas air yang bermula dari area
tangkapan berkenaan dengan aktivitas individu yang berada didalamnya. Pupuk
pestisida yang digunakan secara berlebihan oleh petani menyebabkan adanya
perubahan kualitas air sungai sehingga aliran air yang menuju sungai dapat
tercemar serta meningkatnya wilayah industry sehingga dapat menimbulkan
keadaan hidrologis pada sebuah wilayah aliran sungai. Pencemaran yang terjadi
pada sungai ini diantaranya juga disebabkan oleh kegiatan perseorangan yaitu
dengan membuang sampah dan pembuangan limbah rumah sakit pada aliran
sungai sehingga dapat menurunkan kualitas air sungai (Agustianingsih, 2012). Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk merupakan pelaksanaan pemerintah
dalam bidang pengelolaan lingkungan termasuk pengelolaan perairan dan uji
kelayakan air di wilayah Kabupaten Nganjuk. Tujuan mahasiswa Manajemen
Sumberdaya Perairan melakukan Praktik Kerja Lapang di Dinas Lingkungan Hidup
yaitu melakukan pengukuran kadar air dengan menggunakan parameter yang ada
di Dinas Lingkungan Hidup yaitu, Suhu, Kekeruhan, pH, Dissolved Oxygen, Total
Dissplved Solids, Total Suspended Solids. Metode pengukuran parameter kualitas
air telah menggunakan metode sesuai SNI. Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk
terletas di Dusun Sanggrahan, Desa Kedondong, Kecamatan Bagor, Kabupaten
Nganjuk, Jawa Timur. Terletak di Jalan Raya Kedondong Nomor 01.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Dhea Ayu Ananda Putri
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords SUNGAI BADUG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 10:16
Last Modified 24 Oct 2026 17:08
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20233

Actions (login required)

View Item
View Item