TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (476kB)
TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (92kB)
TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (242kB)
TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (117kB)
TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (820kB)
TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (76kB)
TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (81kB)
TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (623kB)
Abstract
Kakao atau Theobroma cacao L. merupakan salah satu komoditas yang memiliki peranan penting bagi perekonomian di Indonesia sebagai peningkat devisa negara. Tanaman ini merupakan tanaman penghasil coklat yang memilik nilai jual cukup tinggi dan pemanfaatannya sudah cukup banyak di masyarakat. Namun, dari segi produktivitas, Indonesia masih berada di bawah produktivitas rata-rata negara penghasil kakao lainnya. Produktivitas kakao per tahun hanya 60kg/ha. Kakao merupakan salah satu tanaman perkebunan tahunan yang dapat menghasilkan beberapa jenis produk. Produk-produk kakao tersebut antara lain dihasilkan dari kulit, pulp, ataupun biji. Kakao terdiri atas 3 jenis yaitu kakao criollo (kakao mulia), kakao forestero (kakao lindak) dan kakao trinatrio. Biji kakao adalah biji dari tanaman kakao yang telah mengalami beberapa proses seperti fermentasi, pembersihan dan pengeringan. Biji kakao yang dipasarakan dapat dibedakan berdasarkan jenis tanaman, jenis mutu dan ukuran atau berat biji. Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu penghasil kakao terbaik di Indonesia.
Proses pengemasan atau proses pembungkusan atau pewadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk atau bahan yang berada di dalamnya dapat terlindung dan terwadahi dengan baik. Teknologi pengemasan yang digunakan dari zaman ke zaman semakin berkembang, dari teknologi tradisional menggunakan dedaunan sampai teknologi modern yang menggunakan teknologi aseptis. Pengemasan ini dianggap penting bagi suatu produk karena dianggap dapat mempertahankan mutu dari suatu produk dan sebagai sarana pemasaran pada produk. Kemasan sendiri merupakan pembungkus atau wadah yang berfungsi untuk melindungi produk dan menjaga kualitas dari produk tersebut pada saat produk disimpan, didistribusikan maupun saat dipajang. Proses pengemasan biji kakao dibedakan berdasarkan jenis mutu kakao yang dihasilkan, yaitu mutu superior dan mutu inferior.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SITI HARTATIK CHOIRUNISAK |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PENGEMASAN;BIJI KAKAO |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 10:03 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:07 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20171 |
