TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10134-12.01.111.00161_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10134-12.01.111.00161_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (372kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10134-12.01.111.00161_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (41kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10134-12.01.111.00161_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (77kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10134-12.01.111.00161_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10134-12.01.111.00161_CONCLUTION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10134-12.01.111.00161_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8kB)
Abstract
FERI IRAWAN (120111100161) dengan judul “Pengkualifikasian Aborsi Terhadap Janin Yang Ada Dalam Hubungan Sedarah (Incest)” Di bawah bimbingan Bpk Dr. Deni Setya Bagus Yuherawan, SH.MS Selaku Pembimbing.
Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimanakah pengaturan aborsi menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undand-Undamg No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Serta apakah aborsi yang di sebabkan karena hubungan sedarah dapat dijadikan indikasi medis penghapus pemidanaan.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif, karena penelitian ini adalah suatu penelitian ilmiah untuk menemukan kebenaran berdasarkan logika keilmuan dari sisi hukum. Dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan. Jenis bahan hukum yang penulis gunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yang penulis gunakan adalah Undang-Undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.. bahan hukum sekunder yang penulis gunakan adalah bahan kepustakaan, dokumen, arsip, artikel, makalah, literatur yang sesuai dengan obyek penelitian. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara identifikasi isi bahan hukum primer dan sekunder dari studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan logika dedukatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan. Kesatu pengaturan aborsi dalam KUHP diatur dalam pasal 299, 346-349. Di dalam rumusan KUHP tidak memberikan ruang sama sekali terhadap pelaksanaan aborsi. Sedangkan menurut Undang-Undang No 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan dalam pasal 75-77 serta pasal 194. Sedikit berbeda dengan pengaturan aborsi pada KUHP, pengaturan aborsi di dalam Undang-Undang No 36 Tahun 2009 memberikan ruang terjadinya aborsi dengan alasan tertentu. Pasal 75 undang-undang tersebut memberikan 2 alasan untuk dilakukannya aborsi. Yaitu indikasi medis berupa cacat bawaan/genetis dan bagi korban perkosaan. Kesimpulan kedua adalah berdasar pasal 75 ayat (2) Undang-Undang No 36 Tentang kesehatan. Kehamilan bagi korban perkosaan, yang dapat mengalami trauma psikologis dapat dijadikan alasan indikasi medis untuk dilakukannya aborsi. Untuk dapat dilakukannya aborsi harus didukung keterangan dari dokter yang berwenang yang menyatakan bahwa perkosaan tersebut memang dapat menyebabkan trauma psikologis.
Kata kunci: aborsi, Terhadap Janin Hasil Hubungan Sedarah (INCEST)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FERI IRAWAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | aborsi ; Terhadap Janin Hasil Hubungan Sedarah (INCEST) / abortion ; fetus Result Against Incest Relations (incest) |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 09:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:07 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20142 |
