TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37323-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (120kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37323-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37323-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37323-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (234kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37323-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (141kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37323-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (316kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37323-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (122kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37323-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (170kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37323-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (539kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai tambah yang dihasilkan oleh industri rumah tangga kerupuk samiler di Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggabungkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan 32 produsen aktif, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari dokumen, laporan instansi terkait, dan publikasi resmi yang relevan untuk mendukung dan melengkapi data primer. Analisis dilakukan pada nilai tambah bruto (NTb), nilai tambah per bahan baku (NTbb), dan nilai tambah per tenaga kerja (NTtk). Hasil penelitian menunjukkan produsen dengan metode produksi modern cenderung memperoleh nilai tambah lebih tinggi dibandingkan metode tradisional, meskipun selisihnya tidak terlalu besar. Rata-rata NTb produsen modern sebesar Rp 200.318,18 dengan efisiensi 58,04%, sedangkan produsen tradisional sebesar Rp 196.400,00 dengan efisiensi 57,68%. Artinya, setiap pengeluaran Rp 1.000,00 biaya variabel menghasilkan nilai tambah bruto Rp 580,40 pada metode modern dan Rp 576,80 pada tradisional. Nilai tambah per bahan baku produsen modern mencapai Rp 8.206,69 per kilogram dengan efisiensi 252,51%, sedangkan tradisional sebesar Rp 7.260,42 per kilogram dengan efisiensi 226,89%. Setiap Rp 1.000,00 untuk pembelian singkong menghasilkan nilai tambah Rp 2.525,10 pada metode modern dan Rp 2.268,90 pada tradisional. Nilai tambah per tenaga kerja produsen modern tercatat sebesar Rp 18.125,51 per Jam Orang Kerja dengan efisiensi 291,01%, sedangkan tradisional Rp 17.795,83 dengan efisiensi 333,67%. Ini berarti setiap Rp 1.000,00 untuk biaya upah tenaga kerja menghasilkan nilai tambah Rp 2.910,10 pada metode modern dan Rp 3.336,70 pada tradisional. Temuan ini menunjukkan perbedaan efisiensi antara kedua metode produksi, dimana metode modern lebih efisien dalam menghasilkan nilai tambah, memberikan gambaran penting bagi pengembangan industri kerupuk samiler yang berkelanjutan di Desa Kayangan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FARADILLA PUSPITA FATMAWATI |
| Department | Ekonomi Pembangunan |
| Uncontrolled Keywords | Nilai tambah;Industri rumah tangga;Metode produksi |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Ekonomi Pembangunan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 09:54 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:07 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20131 |
