TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18366-BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (460kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18366-BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (181kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18366-BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (370kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18366-BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (443kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18366-COVER ANDRE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (729kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18366-4._Abstrak[1].pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18366-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (386kB)
Abstract
ABSTRAK
Pengadaan tanah untuk kepentingan umum yang didalamnya terdapat tanah wakaf dan bangunan masjid, pengadaan tanah bertujuan membebaskan harta benda wakaf berupa lahan tanah serta bangunan masjid untuk dipergunakan demi kepentingan umum, sesuai dengan undang-undang pengadaan tanah. Untuk pembangunan infrastruktur di masyarakat, salah satunya adalah pembangunan proyek jalan dikawasan kalilom lor indah. Agar masyarakat dapat merasakan dampak baik dari pengadaan tanah, berupa pembangunan pelebaran yang dilakukan pemerintah kota surabaya tersebut.
Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris. Penelitian ini memiliki fungsi melihat hukum dalam arti nyata dimasyarakat, dengan pendekatan nyata, penerapannya ialah melakukan wawancara terhadap narasumber serta pihak terkait.
Terdapat banyak kendala yang dihadapi terkait proses pelebaran jalan yang terdampak tanah wakaf tersebut. Pertama terkait berkas atau surat yang menyatakan hak milik atas tanah wakaf tersebut belum dipenuhi oleh pemerintah, sehingga nadsir tidak memiliki kekuatan hukum tetap. Kedua terkait dengan proses gantirugi yang menurut nadsir serta pengurus masjid tidak sesuai dengan janji maupun aturan yang berlaku. Pemerintah telah melakukan proses pengadaan tanah dengan terburu-buru tanpa melakukan kewajibanya dengan benar, serta menyalahi aturan yang ada terkait proses dan gantirugi, nadsir serta pengurus masjid dan masyarakat merasa dirugikan. Dapat disimpulkan proses pengadaan tanah untuk kepentingan umum yang terkendala tanah wakaf berupa masjid tersebut tidak berjalan dengan baik dan benar, sehingga banyak pihak yang merasa dirugikan, sampai sekarang proses pembangunan masjid tersebut masih berjalan. Seharusnya pemerintah memberi ganti kerugian yang layak dan mengikuti proses tahapan yang telah ditentukan oleh undang-undang serta aturan yang berlaku.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANDRIANTO NUR HEMAS |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | pengadaan, tanah, kepentingan umum |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 09:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:07 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20084 |
