TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37289-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (165kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37289-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37289-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37289-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (642kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37289-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (384kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37289-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (238kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37289-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (126kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37289-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (142kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37289-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi trauma masa kecil dan dampaknya terhadap perkembangan karakter dalam anime Seishun Buta Yarou Series, yang mencakup Bunny Girl Senpai (2018), Yumemiru Shoujo (2019), dan Randoseru Girl (2023). Tujuan penelitian ini adalah bagaimana trauma psikologis yang dialami para tokoh utama seperti Kaede, Nodoka, Futaba, Mai, dan Shoko membentuk kepribadian, relasi sosial, serta konflik batin yang mereka alami pada masa remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Objek penelitian ini berupa adegan dan dialog dari ketiga seri anime yang merepresentasikan trauma masa kecil dan dampak pada perkembangan karakter. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, serta studi kepustakaan dari buku, literature, jurnal dan artikel. Data dianalisis melalui tiga tahap utama menurut semiotika Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.rnHasil penelitian menunjukkan representasi trauma masa kecil seperti cyberbullying, pengabaian emosional dari orang tua, serta penyakit terminal menciptakan berbagai gangguan psikologis seperti disosiasi identitas, kecemasan sosial, krisis eksistensi, hingga kebutuhan validasi yang tidak sehat. Masing-masing trauma direpresentasikan melalui manifestasi simbolik dalam bentuk ekspresi verbal, gestur tubuh, dan fenomena supranatural (sindrom pubertas) yang dialami tokoh. Dengan demikian, anime ini tidak hanya menghadirkan cerita fiksi, melainkan juga refleksi mendalam atas luka psikologis remaja yang diabaikan oleh lingkungan sosial dan keluarga.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM WAFIQUL AHDI |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Representasi; Trauma masa kecil; Semiotika Roland Barthes; Perkembangan karakter; Anime Seishun Buta Yarou |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 09:25 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:07 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/20006 |
