TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18298-150111100199_Abstract_TOC.pdf
Download (451kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18298-150111100199_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18298-150111100199_Chapter_1.pdf
Download (481kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18298-150111100199_Chapter_2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (481kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18298-150111100199_Chapter_3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (481kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18298-150111100199_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (481kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18298-150111100199_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (481kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18298-150111100199_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (481kB)
Abstract
ABSTRAK
Sebuah peraturan perundang-undangan sejatinya dibuat dan disahkan dengan tujuan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat. Sebuah aturan juga dibuat biasanya akibat terjadinya pelanggaran-pelanggaran hak antara manusia satu dengan yang lainnya atau terjadinya pelanggaran terhadap hukum yang sedang berlaku. Peraturan desa, peraturan daerah, peraturan bupati dan peraturan-peraturan lain dibawah undang-undang harus disusun dengan tidak bertentangan dengan undang-undang diatasnya. Permasalahan-permasalahn tersebut tidak hanya berakibat pada kehidupan manusia tetapi akibat sifat manusia yang serakah dengan tidak taat prosedur dalam pemanfaatan sumber daya alam juga mengakibatkan masalah yang tidak kalah buruk.
Seperti halnya yang terjadi dengan perburuan tumbuhan dan satwa yang dilindungi oleh undang-undang, tercatat dari catatan pelanggaran dan perburuan satwa liar di Indonesia jumlahnya dari tahun 2003 sampai dengan 2015 kian berkembang pesat. Jawa Timur yang merupakan salahsatu wilayah yang memiliki persebaran tumbuhan dan satwa dilindungi juga menjadi incaran para pemburu illegal. Salahsatu wilayah di Jawa Timur yang memiliki satwa endemic berupa Burung Kakaktua Kecil Jambul Kuning adalah di Pulau Masakambing. Pulau Masakambing terletak di wilayah administrasi Desa Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Bagian paling Utara pulau Madura ini memiliki ekosistem yang masih alami.
Dari hasil monitoring BKSDA Jawa Timur tahun 2016 tercatat ada 10 Jenis Burung dan 4 tumbuhan darat dan 1 tumbuhan laut yang dilindungi oleh undang-undang. Populasi Kakaktua Kecil Jambul Kuning atau yang biasa kerap dipanggil warga setempat dengan sebutan Beka’ sangat miris, dari jumlahnya yang mencapai ribuan, pada akhir tahun 2019 hanya terdapat 25 ekor saja. Karena terdapat banyaknya pelanggaran dan perburuan besar-besaran terhadap Beka’, serta minimnya pengetahuan warga, maka pada tahun 2009 Pemerintah Desa Masakambing resmi mengesahkan Peraturan Desa Masakambing Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perlindungan Kakaktua Kecil Jambul Kuning (Cacatua Shulpurea Abbotti) beserta Habitatnya. Namun, karena beberapa faktor yang menjadi kendala peraturan desa tersebut tidak bisa berlaku secara maksimal. Dengan pro kontra warga Desa Masakambing yang merasa tidak mendapat manfaat dari adanya perdes tersebut. Maka diadakanlah penelitian ini dengan metode Yuridis Empiris (Metode yang memperoleh data langsung dari lapangan).
Kata Kunci : Implementasi, Perlindungan, Habitat
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEWI SUSANTI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Implementasi, Perlindungan, Habitat;Implementation, Protection, Habitat |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 08:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:07 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/19796 |
