TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18200-150111100070_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (27kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18200-150111100070_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (396kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18200-150111100070_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (51kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18200-150111100070_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (75kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18200-150111100070_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (182kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18200-150111100070_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-18200-150111100070_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15kB)
Abstract
Garis Sempadan Sungai adalah garis batas luar pengamanan sungai. Daerah sempadan sungai sangat penting, karena daerah tersebut merupakan ekologi sekaligus hidrologi sungai. Pengamanan sungai merupakan segala usaha dan tindakan yang dilakukan untuk melindungi, mengamankan, dan melestarikan fungsi serta lingkungannya termasuk pembangunan pengarian dan pembangunan umum lain yang terdapat pada sekitar lingkungan sungai. Banyak bangunan yang dibangun dengan jarak yang sangat dekat dengan bibir sungai yaitu artinya bangunan tersebut melanggar peraturan mengenai Garis Sempadan Sungai. Hal ini tidak hanya berakibat pada menyempitnya lebar sungai akan tetapi akan menimbulkan resiko lainnya, seperti banjir bahkan tidak menutup kemungkinan terjadinya kesengajaan penduduk untuk membuang limbah baik limbah rumah tangga ke sungai, yang nantinya akan mengakibatkan sungai menjadi tercemar dan fungsi sungai yang terganggu.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian yuridis empiris pada penelitian yang bersifat kualitatif berlandasan pada penggunaan keterangan secara lengkap dalam menginterpretasikan data tentang variabel, bersifat non-kualitatif. Penelitian menunjukan bahwa dalam penegakan hukum terhadap bangunan di garis sempadan sungai Bancaran Kabupaten Bangkalan belum terlaksana dengan baik, dapat dilihan dari masih banyaknya masyarakat yang mendirikan bangunan di garis sempadan sungai Bancaran kabupaten bangkalan khususnya wilayah Pangeranan, Bangkalan.
Kurang tegasnya aparat penegak hukum sehingga banyak masyarakat yang masih melanggar mendirikan bangunan di garis sempadan sungai Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini merekomendasikan agar aparat penegak hukum lebih memiliki keberanian untuk memberikan sanksi dan menertibkan bangunan di garis sempadan sungai Kabupaten Bangkalan sesuai dengan peraturan daerah Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bangkalan Tahun 2009-2029 agar fungsi sempadan sungai tidak terganggu dengan bangunan yang ada di garis sempadan sungai.
Kata Kunci: Penegakan Hukum, Bangunan, Garis Sempadan Sungai
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RIZKY PRATAMA RACHMATULLAH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Penegakan Hukum ; Bangunan ; Garis Sempadan Sungai |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 06:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:06 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/19406 |
