TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27932-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (450kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27932-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27932-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (458kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27932-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (705kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27932-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (540kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27932-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (959kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27932-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (445kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27932-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (572kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27932-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (962kB)
Abstract
Cabe jamu merupakan rempah asli Indonesia yang tidak hanya memiliki manfaat untuk kesehatan saja, namun juga dapat bermanfaat dalam segi perekonomian. Prospek budidaya cabe jamu sangat diperlukan, selain untuk memenuhi kebutuhan industri obat tradisional dalam negeri tetapi juga pasar luar negeri. Penggunaan obat tradisional untuk menunjang kualitas kesehatan memerlukan upaya yang seimbang. Hal ini dikarenakan pada tahun 2019 salah satu produk rempah dan herbal Ethiopia yaitu cabai senilai 10 juta USD mengalami penolakan produk oleh Uni Eropa. Sediaan jamu pada pasar lokal sendiri yang paling banyak disukai adalah berbentuk serbuk yang kemudian diseduh, sedangkan cara penyajian jamu dengan diseduh tidak dapat membunuh mikroorganisme. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis cemaran khamir yang ada pada simplisia cabe jamu di Madura dan menyusun strategi pencegahannya. Jenis penelitian yang dilakukan berupa penelitian eksploratif. Isolasi khamir dilakukan dengan metode pencucian ke dalam 100 mL akuades steril kemudian digojok dengan kecepatan 120 rpm selama 24 jam untuk kemudian diinokulasi dengan metode zig-zag streak dan diinkubasi dengan suhu 25°C selama 5 hari. Hasil purifikasi diperoleh biakan 2 koloni yeast yaitu genus Saccharomyces sp. dan Candida sp. Kemudian menyusun langkah pencegahan dengan menghambat pertumbuhan khamir melalui lingkungan hidupnya. Strategi pencegahan agar tidak terkontaminasi khamir adalah dengan menerapkan GAP yang baik, yaitu dengan pemanenan dilakukan dengan wadah yang bersih dan sesuai, peralatan pengolahan pasca panen dibersihkan secara berkala dan disimpan di area yang terlindung dari hama dan serangga, pencucian menggunakan standar air bersih, pengeringan menggunakan green house drying, penggunaan kemasan bersih dan sesuai, perbaikan gudang dengan kontrol suhu dan kelembaban, perawatan struktur dan bangunan gudang, perbaikan layout gudang, menerapkan sanitasi dan hygiene yang baik serta menyediakan fasilitas sanitasi yang cukup.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RAHMAWATIN NAZILAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Identification; Yeast; SSOP |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 06:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:06 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/19377 |
