TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27922-abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (54kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27922-cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (934kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27922-chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (65kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27922-chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (139kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27922-chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (336kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27922-chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (698kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27922-chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (48kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27922-reference.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (126kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27922-appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (519kB)
Abstract
Tanaman temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) di Indonesia sangat banyak dikenal bahkan di dunia. Temulawak banyak dimanfaatkan kandungan metabolit sekundernya dalam kesehatan. Dalam dunia tradisional temulawak sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan, menyembuhkan kondisi keputihan pada wanita, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sakit kuning, serta gangguan pencernaan. Temulawak mengandung senyawa-senyawa kimia yang memberikan manfaat kesehatan. Harga jual temulawak dapat ditingkatkan dengan cara melakukan pengolahan. Salah satu pengolahan temulawak adalah dijadikan ekstrak temulawak atau minyak atsiri temulawak, namun pemanfaatan temulawak sebagai ekstrak atau minyak atsiri memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah adanya kehilangan komponen bahan aktif dalam proses pengolahan dengan suhu tinggi; beberapa jenis minyak atsiri mudah teroksidasi; antioksida alami yang terdapat dalam rempah-rempah telah hilang selama proses isolasi minyak atsiri dan tidak mudah terdispersi dalam bahan-bahan kering. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan pengolahan dalam pemanfaatan temulawak yaitu dengan cara teknologi enkapsulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil optimasi enkapsulasi ektrak temulawak yang tepat dengan response surface method menggunakan mesin spray dryer. Metode penelitian ini menggunakan response surface pada minitab 19 untuk memperoleh hasil optimal dari variabel berikut antara lain : variasi suhu inlet dengan batas bawah (160°C) dan batas atas (180°C), massa enkapsulat dengan batas bawah (10 g) dan batas atas (20 g) dan laju pengumpanan dengan batas bawah (20 %) dan batas atas (40%). Hasil optimasi menggunakan RSM diperoleh variasi suhu inlet sebesar 180°C, massa enkasulat 20 g, dan laju pengumpanan 40
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RAJAB ABD. GHANI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Encapsulation; Optimization; Temulawak |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 06:37 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:06 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/19343 |
