TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27907-190511100075_Abstract-Toc.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (200kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27907-190511100075_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27907-190511100075_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (319kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27907-190511100075_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (564kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27907-190511100075_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (380kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27907-190511100075_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (596kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27907-190511100075_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (191kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27907-190511100075_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (415kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27907-190511100075_Appendix.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (450kB)
Abstract
Penelitian ini berfokus pada penanda metadiscourse interaksional pada debat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis penanda metadiscourse interaksional dan untuk menjelaskan fungsi dari penanda metadiscourse interaksional yang digunakan oleh anggota debat utama partai Republik DPR AS. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif karena data pada penelitian ini dijabarkan dalam bentuk kata-kata bukan angka. Sumber data dalam penelitian ini adalah transkrip debat, sedangkan datanya adalah kata, frasa, dan kalimat dalam debat yang mengandung kategori penanda metadiscourse interaksional. Penulis melakukan penelitian ini menggunakan teori metadiscourse yang dikemukakan oleh Hyland (2005). Hasil penelitian menujukkan bahwa ada lima jenis penanda metadiscourse interaksional yang digunakan oleh anggota debat utama partai Republik DPR AS. Yaitu hedges, boosters, attitude markers, self-mentions, dan engagement markers. Self-mentions adalah penanda paling dominan yang digunakan oleh para kandidat yang mencapai total 149 data. Sedangkan penanda yang paling rendah adalah hedges dengan total 62 data. Selain itu, penulis juga menemukan bahwa setiap penanda memiliki fungsinya masing-masing. Hedges bertujuan untuk menunjukkan bahwa pernyataan pembicara lebih merupakan pendapat yang masuk akal daripada fakta. Boosters digunakan untuk menekankan atau memperjelas suatu pernyataan. Attitude markers memiliki fungsi untuk menunjukkan sikap pembicara terhadap suatu proposisi. Kemudian self-mentions berguna untuk menujukkan secara eksplisit kehadiran dari pembicara dalam wacana. Terakhir, engagement markers yang dipakai untuk memusatkan perhatian halayak atau melibatkan mereka ke dalam wacana.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TIARA AGIL TRI OKTAVIA |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Debate, Interactional, Metadiscourse Markers |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 06:25 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:06 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/19293 |
