TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37081-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (215kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37081-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (766kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37081-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (326kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37081-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (316kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37081-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (424kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37081-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (191kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37081-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (187kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-37081-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (331kB)
Abstract
Pemilihan kepala daerah merupakan salah satu mekanisme demokrasi yang memberikan ruang partisipasi langsung bagi masyarakat dalam menentukan pemimpin di tingkat lokal. Sejak awal kemerdekaan, sistem pemilihan kepala daerah di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan, mulai dari sistem penunjukan oleh pemerintah pusat, pemilihan melalui DPRD, hingga pelaksanaan pemilihan langsung oleh rakyat. Dinamika tersebut mencerminkan pergeseran antara efisiensi birokrasi dengan prinsip kedaulatan rakyat. Penelitian ini mengkaji dua rumusan masalah, yaitu: (1) Sejarah pengaturan pemilihan kepala daerah di Indonesia, dan (2) Kelebihan dan kekurangan pemilihan kepala daerah secara langsung dan serentak dalam konteks demokrasi Indonesia.rnPenelitian ini menggunakan metode yuridis normatif-empiris dengan pendekatan historis, perundang-undangan, konseptual, dan yuridis-sosiologis. Bahan hukum diperoleh dari peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta sumber sekunder berupa literatur ilmiah. Di samping itu, penelusuran data empiris dilakukan melalui studi dokumen kebijakan, pemberitaan publik, dan wacana evaluasi pelaksanaan Pilkada. Data dianalisis secara kualitatif dengan teknik interpretasi hukum dan pendekatan demokrasi substantif.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa Pilkada langsung memperkuat partisipasi publik dan selaras dengan prinsip kedaulatan rakyat, namun masih menghadapi tantangan seperti politik uang, biaya tinggi, dan munculnya dinasti politik. Sementara itu, Pilkada tidak langsung lebih efisien dari segi biaya, tetapi cenderung menurunkan legitimasi dan transparansi publik. Pilkada serentak dinilai mampu mengonsolidasikan demokrasi secara administratif, namun membutuhkan penguatan dalam aspek akuntabilitas, pendidikan politik, dan desain kelembagaan agar sejalan dengan nilai-nilai demokrasi substantif.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AZ ZAHRA HERLIANA FAUZIYAH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Pemilihan Kepala Daerah, Demokrasi, Kedaulatan Rakyat, Pilkada Langsung, Pilkada Serentak. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 05:57 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:06 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/19180 |
