TRUNOJOYO-KP-27853-200351100043-SAFA#200351100043#Manajemen Sumberdaya Perairan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) adalah ikan hias air tawar yang berasal dari Jepang
dan dikembangbiakan di Jepang pada abad 17 dengan sebutan “Nishikigoi” yang diartikan
sebagai ikan beragam warna. Ikan koi memiliki keindahan yang terletak pada punggungnya
yang memiliki warna dan pola unik dan mempunyai kurang lebih sebanyak 100 macam
tipe warna Kuroki dan tamadachi. Masalah utama pada ikan koi adalah belum maksimalnya
untuk membudidayakannya karena ikan koi pada tahap benih merupakan yang terpenting
untuk diperhatikan. Pada fase benih ikan koi perlu pakan dan kualitas air yang baik untuk
menunjang keberhasilan dalam budidaya dan terhindar dari penyakit. Pertumbuhan pada
ikan koi dapat tergolong lambat, hal inilah yang mempengaruhi benih ikan koi mudah
terserang hama atau parasit. Ikan koi juga rentan terhadap zat-zat yang berbahaya, oleh
karena itu, kolam koi harus dipastikan aman dan nyaman (Soelistyyoadi et al., 2020).
Parasit dapat mengganggu laju pertumbuhan pada ikan koi dan dapat merusak
organ dalam ikan. Hasil penelitian Agustinus dan Gusliany. (2020) menyatakan bahwa
pada ikan kapar yang terserang ektoparasit yaitu pada sirip ekor, insang, dan lendir.
Ektoparasit yang paling banyak menginfeksi terdapat pada insang ikan. Jenis ektoparasit
diperoleh 3 ektoparasit antara lain Dactylogyrus sp, Myxobolus sp, Vorticella sp. Namun
Ektoparasit yang menyerang ikan Kapar lebih dominan jenis Dactylogyrus sp. Penyakit
dan infeksi parasit yang menyerang merupakan suatu hal yang sering dihadapi oleh
pembudidaya ikan. Penyakit yang sering menyerang ikan koi adalah patogen berupa
bakteri, virus, dan jamur.
Fahrozi et al. (2018) Penyakit pada ikan koi harus ditangani sejak dini agar dapat
menghindari penularan penyakit ke ikan yang lain dalam satu kawanan hingga dapat
menyelamatkan dari kematian, maka dari itu harus dilakukan pengecekan penyaki dan monitoring kualitas air yang dilakukan minimal satu bulan satu kali. Kualitas air pada
kolam ikan hias air tawar sangat penting untuk kesehatan dan keberlangsungan hidup ikan,
hal tersebut dikaitkan dengan kembangbiak ektoparasit yang dapat infeksi sekunder pada
ikan. Pada laporan praktik kerja lapang ini akan membahas mengenai inventarisasi dan
prevalensi parasite pada ikan koi untuk mengetahui tingkat terserangnya parasite pada ikan,
untuk menyesuaikan perlakuan yang diberikan.
Praktik kerja lapang ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan dan
LingkunagnBalai Pengembangan Teknologi Perairan Budidaya. Laboratorium Kesehatan
Ikan dan Lingkungan mempunyai tugas pokok melakukan monitoring, pembinaan, dan
pengendalian penyakit ikan dan Udang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Praktikum
ini membahas keadaan yang terdapat di balai tersebut dimana harus diperhatikan mengenai
Kesehatan ikan yang dibudidaya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Safa |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN KOI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 05:39 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:06 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/19104 |
