MANAJEMEN BUDIDAYA TANAMAN DI AGROEDUWISATA KEBUN BANG JANI BURNEH-BANGKALAN

R. ANISA INDRIYANA SAFIRA; NASHOIHUL IBAD; LAIDY MAULIDINA PUTRI (2023) MANAJEMEN BUDIDAYA TANAMAN DI AGROEDUWISATA KEBUN BANG JANI BURNEH-BANGKALAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27813-200321100004-200321100004#R. ANISA INDRIYANA SAFIRA#LAPORAN PKL AGRIBISNIS.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27813-200321100004-200321100004#R. ANISA INDRIYANA SAFIRA#LAPORAN PKL AGRIBISNIS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Pertanian merupakan kegiatan yang dilkukan manusia dalam upaya pemanfaatan
sumber daya hayati agar dapat menghasilkan bahan yang digunakan untuk kebutuhan
pangan, industri, maupun sumber energi, serta digunakan untuk kegiatan pengelolaan
lingkungan hidup. Salah satu bentuk kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang
termasuk dalam pertanian salah satunya dipahami oleh sebagian besar orang sebagai
kegiatan budidaya tanaman atau bercocok tanam (crop cultivation) (Wuli, 2023). Seiring
dengan kebutuhan pangan dan gizi yang meningkat, serta sebagai upaya peningkatan
pendapatan masyarakat maka perlu adanya pemenuhan kebutuhan yang juga harus
diimbangi dengan adanya pembangunan bidang pertanian. Pembangunan pertanian
menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintah, mengingat Indonesia
merupakan negara agraris yang mana sektor pertanian masih memegang peranan penting
dalam sistem perekonomian nasional. Seharusnya sudah selayaknya kegiatan
pembangunan pertanian tidak lagi hanya berorientasi pada produksi atau hanya sebagai
taraf ukur terpenuhinya kebutuhan pangan, namun disisi lain pembangunan pertanian juga
harus mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama petani sebagai pelaku utama
kegiatan pertanian. Pembangunan pertanian dapat dijadikan penggerak utama dalam
pembangunan ekonomi nasional melalui pengembangan pada sistem pembangunan
usahatani yang berdaya saing dan berkelanjutan (Margawati Lestari, 2020)
Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan memiliki
tujuan untuk menjamin ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat, dimana
kebutuhan akan pangan dan kesejahteraan saling berkaitan dan menjadi hal mendasar yang
harus dipenuhi bagi setiap penduduk. Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu daerah
yang melakukan kegiatan Pembangunan pertanian sebagai upaya pemenuhan target
Kabupaten Bangkalan sebagai daerah pertanian di Jawa Timur. Kegiatan pembangunan
pertanian di Kabupaten Bangkalan ini dilakukan melalui serangkaian pelaksanaan program
dan kegiatan investasi teknologi, pengembangan produktivitas tenaga kerja, pembangunan
sarana prasarana, penataan dan pengembangan kelembagaan pertanian serta dukungan
potensi sumber daya alam (Dispertapahorbun, 2019). Salah satu program Dinas Pertanian
Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan untuk meningkatkan
kinerja program pembangunan tanaman pangan dan hortikultura yaitu dicapai melalui
program Bang Jani (Bangun Bangkalan, Sejahterakan Petani) yang salah satu aspeknya
memiliki fokus dalam bidang Agrowisata Kebun Bang Jani.
Kebun Bang Jani Kabupaten bangkalan yang tepatnya terletak di Desa Langkap,
Burneh menjadi salah satu objek agroeduwisata yang menyajikan tiga konsep dalam satu
areal, yakni Pertanian, Pendidikan dan Pariwisata. Dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Nomor:
204/KPTS/30HK/050/4/1989 dan Nomor KM. 47/PW.DOW/MPPT/89 Tentang Koordinasi
Wisata Agro untuk perkembangannya, yang didefinisikan sebagai suatu obyek wisata
dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan, hubungan usaha di bidang pertanian,
perjalanan, dan rekreasi dengan memanfaatkan usaha agro tersebut. Agrowisata atau yang
lebih kompleks disebut sebagai agroeduwisata menjadi salah satu program terobosan yang
dapat menunjang sektor pertanian dengan konsep yang mampu memperkenalkan pertanian
melalui perspektif yang lebih modern. Konsep bidang pertanian yang ditawarkan pada
Agroeduwisata Kebun Bang Jani ini diantaranya koleksi tanaman langka serta budidaya dan
pemeliharaan tanaman tahunan dan beberapa tanaman hortikultura.
Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa latin ‘hortus’ yang artinya kebun dan
‘colere’ yang artinya membudidayakan, sehingga holtikultura dapat diartikan sebagai proses
membudidayakan tanaman di kebun (Zulkarnain, 2009 dalam Sidik et al., 2023). Pertanian
holtikultura merupakan pengaplikasian ilmu pengetahuan dan seni dalam pemecahan
masalah serta pengaplikasian pembangunan teknologi tanaman, sayur, buah, bunga atau
tanaman hias, dan tanaman biofarmaka serta sumber daya alam lain yang bermanfaat bagi
manusia sebagai sumber pangan, serat, kesehatan, keindahan, kenyamanan, dan sumber
yang dikelola untuk memperkaya budaya. Beberapa tanaman hortikultura yang dibudi
dayakan di Agroeduwisata Kebun Bang Jani antara lain; tanaman cabai, tomat, terong,
kacang panjang, semangka, timun, blewah, jeruk, tanaman hias, dan jenis tanaman
biofarmaka (tanaman obat keluarga). Banyaknya tanaman yang ada di kebun Bang Jani ini
tentunya juga ditunjang dengan adanya proses atau upaya yang dilakukan agar hasil
tanaman hortikultura dapat meningkat dan kualitasnya menjadi lebih baik. Selain
penggunaan varietas unggul, pemeliharan pada tanaman juga menjadi faktor yang penting
yang begitu diperhatikan.
Dalam aspek budidaya, salah satu hal yang tidak dapat diabaikan dan prosesnya akan
sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu
pemeliharaan tanaman. Kegiatan pemeliharaan pada suatu jenis tanaman merupakan salah
satu langkah yang dilakukan sebagai upaya memperoleh hasil dan kualitas serta kuantitas
produksi yang tinggi, sehingga pemeliharaan sudah seharusnya dilakukan dengan baik dan
semestinya. Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan melalui penggemburan tanah,
penyiraman, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit (Hamid, 2017).
Siswati Nizar (2012) juga menyebutkan bahwa Upaya yang dapat dilakukan untuk
memperoleh hasil produksi tanaman holtikultura agar dapatr meningkatkan kualitas menjadi
lebih baik selain menggunakan varietas unggul juga dengan memperhatikan faktor dalam
melakukan kegiatan pengendalian hama dan penyakit, pengaturan jarak tanam yang tepat,
ketepatan waktu panen dan penggunaan pupuk yang tepat, baik jenis pupuk, takaran, cara dan bahan bakunya yaitu pupuk organik dan anorganik. Berdasarkan hal tersebut, penulis
tertarik untuk mempelajari proses Budidaya dan Teknik Pemeliharaan Tanaman di
Agroeduwisata Kebun Bang Jani Burneh-Bangkalan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
R. ANISA INDRIYANA SAFIRA; NASHOIHUL IBAD; LAIDY MAULIDINA PUTRI
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords AGROEDUWISATA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 05:07
Last Modified 24 Oct 2026 17:06
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18971

Actions (login required)

View Item
View Item