TRUNOJOYO-KP-27809-200331100067-Novi Maulidi PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (17MB)
Abstract
Tanaman teh (Camelia sinensis) merupakan salah satu komoditas
perkebunan unggulan di Indonesia yang berasal dari daerah subtropis dan
sebagai salah satu bahan baku produk penyegar (Saefas et al 2017). Produksi
teh di Jawa Timur menurut BPS Provinsi jawa Timur sebanyak 7.143 Ton di
tahun 2015. Menurut Suprihatini et al (2021) produksi teh di Indonesia mencapai
129.000 ton pada tahun 2020. Indonesia merupakan produsen utama teh dunia.
Manfaat mengkonsumsi teh yaitu dapat menjaga kesehatan mulut dan gigi,
melindungi kesehatan jantung dan penceranaan, selain itu dapat berfungsi
sebagai zat antioksidan. Salah satu senyawa utama yang terkandung dalam teh
dan memiliki manfaat dalam bidang kesehatan yaitu flavonoid. Flavonoid
merupakan senyawa hasil metabolit sekunder yang dapat ditemukan pada
tanaman hijau dan makanan (Jennifer Larisa Liem, 2021) . Salah satu parik teh di
jawa timur yaitu PT Candi Loka yang berada di Ngawi.
PT.Candi Loka yang beralamatkan di Desa Girikerto Kecamatan
Sine,Kabupaten Ngawi adalah industri yang bergerak di bidang pengolahan teh
hijau. Perusahaan ini melaksanakan kegiatan produksi mulai dari prapanen
hingga pengolahan yang seperti pembibitan, pemeliharaan, pemetikan,
pengangkutan, pengolahan dam sortasi hingga uji mutu teh hijau. Kemudian
proses berikutnya didistribusikan ke perusahaan lain untuk bahan baku
pembuatan teh dalam kemasan, dengan dilaksanakan praktek kerja lapangan di
PT. Candi Loka ini mahasiswa dapat mengetahui proses produksi pengolahan
teh hijau setengah jadi.
Salah satu proses produksi yang berpengaruh dalam pengendalian mutu
yang dihasilkan adalah proses penggulungan. Proses penggulungan teh
merupakan tahap dalam pengolahan teh hijau dengan melakukan proses
penggilingan agar membentuk gulungan-gulungan kecil. Proses penggulungan
bermanfaat untuk membentuk daun teh menjadi gulungan kecil-kecil sekaligus
melakukan proses pemotongan. Proses pemotongan tersebut dilakukan setelah
pucuk daun teh layu keluar dari mesin pelayuan ,penggulungan teh dilakukan
dengan wadah berbentuk silinder dengan pengadukan dan sirkulasi. Daun teh
ditampung di wadah dalam silinder dan adanya perputaran silinder menjadikan daun teh akan tergulung selanjutnya sel daun akan pecah dan bereaksi dengan
oksigen sehinga memungkinkan terjadinya proses fermentasi dan untuk
mencegah virus harus segera mengalami proses selanjutnya yaitu proses
pengeringan tahap awal. Mesin double OTR memiliki rata rata input bahan
sebesar 94,9 kg dengan rata rata output yaitu 87,1 kg, sedangkan untuk mesin
single memiliki rata rata input bahan sebesar 103,5 kg dengan rata-rata output
bahan 98,2 kg. Proses penggulungan bertujuan untuk membentuk secara kimia
maupun fisika daun teh yang menggulung dengan baik.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NOVIA MAULIDA ARIFIN |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | TEH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 05:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:06 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18958 |
