TRUNOJOYO-KP-27759-200331100033-Zurrotin Nur Isroiyah_200331100033_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Rajungan merupakan salah satu hasil perikanan dengan nilai jual tinggi
sehingga memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas ekspor. Indonesia
merupakan salah satu negara pengekspor rajungan, khususnya untuk ekspor ke
Jepang, Uni Eropa dan Amerika Serikat. Nilai ekspor rajungan pada tahun 2017
menempati urutan ke-3 terbesar dengan nilai penjualan sebesar US$ 152.739.72
(BPS 2018). Berdasarkan jenis komoditasnya untuk rajungan segar paling banyak
diekspor ke Singapura, untuk rajungan bekudan rajungan olahan diekspor ke USA.
Hal tersebut dipengaruhi oleh kuatnya dominasi negara Indonesia di pasar
Amerika Serikat untuk komoditas rajungan (Luhur et al., 2020).
Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas
perikanan yang memerlukan penanganan khusus dikarenakan sifatnya yang
perishable food (mudah rusak/busuk). Penurunan mutu pada daging rajungan
terjadi karena adanya aktivitas enzim dan bakteri. Dengan adanya kondisi tersebut
maka penanganan rajungan harus terjamin perlakuan dan proses penyimpanan
atau penggudangannya. Rajungan dari Indonesia yang sering diekspor berbentuk
rajungan beku tanpa kepala dan kulit serta dalam bentuk olahan (dikemas dalam
kaleng) (Nurmala et al., 2018). Rajungan kaleng banyak diminati oleh pasar luar
negeri dikarenakan memiliki kualitas daya tahan yang sangat baik jika
dibandingkan dengan produk olahan rajungan lainnya (Jacoeb et al., 2012).
Proses pengalengan rajungan juga harus dilanjutkan dengan proses penyimpanan
dan penggudangan yang benar. Penyimpanan dan penggudangan dalam suatu
industri menjadi hal yang penting untuk dijalankan. Mengingat proses distribusi
bahan baku dan proses produksi yang lama sehingga dibutuhkan penyimpanan
dan pergudangan untuk menjaga kualitas produk.
Pentingnya pergudangan pada produk akhir selain untuk menjaga kualitas
dari rajungan kaleng dapat juga dijadikan sebagai acuan untuk mengamankan dari
adanya kerusakan produk. Pergudangan diartikan sebagai langkah atau tahapan
yang memiliki peran penting dalam mempertahankan bahan pangan atau suatu
produk. Pergudangan adalah segala macam upaya pengelolaan yang meliputi
penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, pendistribusian, pengendalian dan
pemusnahan. Pergudangan yang baik dibutuhkan untuk mendapatkan kualitas
bahan yang baik. Pelaksanaan pergudangan dalam pengaturan dan pengawasan barang masuk digudang dan barang yang keluar dari gudang (Makatengkeng et
al., 2019).
PT Grahamakmur Ciptapratama merupakan perusahaan yang berdiri pada
tanggal 4 Juni 2012 yang terletak di Kabupaten Gresik. PT Grahamakmur
Ciptapratama merupakan salah satu perusahaan pengekspor produk olahan
seafood, khususnya pada bidang pengolahan daging rajungan pasteurisasi.
Kapsitas produksi pada pabrik ini yaitu 1,5 ton perhari, dengan sumber bahan baku
dalam proses pembuatan rajungan kaleng berasal dari perairan di seluruh wilayah
Indonesia khususnya di pulau Jawa dan Madura. Produk olahan yang dihasilkan
PT Grahamakmur Ciptapratama berupa rajungan pasteurisasi yang dikemas
menggunakan kaleng. Perusahaan ini telah melakukan ekspor ke perusahaan di
negara lain seperti Amerika Serikat. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis
mengangkat topik “Sistem Pergudangan Produk Rajungan (Portunus pelagicus)
Dalam Kaleng Di PT Grahamakmur Ciptapratama, Gresik, Jawa Timur”.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ZURROTIN NUR ISRO’IYAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | RAJUNGAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:26 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18791 |
