TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27754-190411100187_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27754-190411100187_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27754-190411100187_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27754-190411100187_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27754-190411100187_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27754-190411100187_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27754-190411100187_Conclusions.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27754-190411100187_Reference.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27754-190411100187_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Garam merupakan zat kristal yang terbentuk dari penguapan air laut. Namun, metode tradisional pembuatan garam di Indonesia masih bergantung pada sinar matahari, yang mengakibatkan kurangnya produksi dan kualitas garam yang mencukupi kebutuhan. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, pemanfaatan Internet of Things (IoT) melalui sistem monitoring rumah garam dapat menjadi solusi yang efektif. Penelitian ini menggunakan logika fuzzy untuk mengatur output cahaya lampu dan lampu pijar sebagai sumber suhu panas suhu di dalam rumah garam, sistem otomatis mengatur suhu dengan cara mengatur tingkat kecerahan lampu sebagai sumber panas. Sistemrnmonitoring rumah garam terdiri dari sensor DHT22, sensor DS18B20, dan sensor ULTRASONIC HC-SR04 sebagai perangkat input, NodeMCU ESP8266 sebagai pembaca data sensor dan pengirim informasi ke Firebase. Informasi yang dikirim kemudian ditampilkan pada situs website monitoring yang dapat diakses pengguna dari laptop atau ponsel yang terhubung ke internet melalui jaringan. Berdasarkan hasil penelitian, prototipe rumah garam yang dibuat dengan memanfaatkan IoT berhasil meningkatkan efisiensi dan kecepatan pembuatan garam dari air laut. Dalam skenario pengujian menggunakan prototipe rumah garam IoT mampu mengubah air laut menjadi garam dalam waktu enam hari dengan cara mengatur suhu 25.50℃ 53.10℃ dan Kelembapan 25.50RH 96.00RH, sedangkan metode tradisional membutuhkan waktu lebih dari 14 hari. Oleh karena itu, penggunaan teknologi IoT pada produksi garam di Indonesia dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi garam, serta membantu memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ARDINATA |
| Department | Informatika |
| Uncontrolled Keywords | internet of things,garam,logika fuzzy,monitoring,firebase |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Informatika |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:24 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18775 |
