TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27752-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (128kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27752-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (524kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27752-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (129kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27752-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (261kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27752-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (456kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27752-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (792kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27752-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27752-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27752-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Malassezia furfur adalah salah satu jamur yang menjadi penyebab penyakit kulit seperti panu sehingga diperlukannya obat antijamur dalam menangani penyakit tersebut. Obat antijamur sudah cukup banyak beredar di pasaran namun memiliki beberapa efek samping sehingga pengembangan obat alternatif dari bahan alam pun mulai banyak diteliti, salah satunya tumbuhan Jeruju (Acanthus ilicifolius) yang merupakan tumbuhan mangrove dimana pada bagian daunnya berpotensi sebagai obat antijamur yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai persentase rendemen ekstrak daun mangrove Acanthus ilicifolius menggunakan metode maserasi, menganalisis daya hambat ekstrak daun mangrove Acanthus ilicifolius terhadap pertumbuhan jamur Malassezia furfur selama 3 hari pengamatan, dan mengetahui kualitas perairan mangrove Acanthus ilicifolius dengan kemampuan zona hambat jamur Malassezia furfur. Penelitian ini mengekstraksi daun jeruju dalam memisahkan kandungan senyawanya dengan bantuan pelarut metanol 99,8% yang akhirnya menghasilkan ekstrak daun jeruju melalui metode maserasi. Ekstrak yang didapatkan kemudian diuji daya hambatnya menggunakan metode Kirby-Bauer. Data lalu disajikan dalam bentuk tabel serta grafik menggunakan software Microsoft Excel dan dianalisis secara kualitatif serta kuantitatif menggunakan software SPSS. Hasil pun memperlihatkan ekstrak daun jeruju (Acanthus ilicifolius) bernilai rendemen 3,41% yang menunjukkan metode ekstraksi yang diterapkan kurang efisien karena metode ekstraksi yang digunakan kurang sesuai. Nilai signifikasi ketiga data pengukuran zona hambat >0,05 yang berarti bahwa tidak adanya perbedaan daya hambat konsentrasi ekstrak daun jeruju (Acanthus ilicifolius) terhadap pertumbuhan jamur Malassezia furfur secara signifikan. Kualitas air lokasi tumbuh mangrove Acanthus ilicifolius pun menunjukkan ketidaksesuaian nilai parameter dissolved oxygen (DO) dan suhu sehingga dapat mengalami sedikit stress dan berkemungkinan membuat metabolit sekunder yang dimiliki ekstrak daun Acanthus ilicifolius sedikit beragam dalam mempengaruhi zona hambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALVIONA RAHMAZSANTI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Malassezia furfur Acanthus ilicifolius Daya Hambat |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:22 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18768 |
