SISTEM AGRIBISNIS PADI INPARI 32 DI DESA SIDODOWO KECAMATAN MODO KABUPATEN LAMONGAN

MIRA FEBRI YANTI; EKA MAGHFIROTUL FITRIYYAH (2023) SISTEM AGRIBISNIS PADI INPARI 32 DI DESA SIDODOWO KECAMATAN MODO KABUPATEN LAMONGAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27744-200321100050-EKA MAGHFIROTUL F_200321100050_AGRIBISNIS.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27744-200321100050-EKA MAGHFIROTUL F_200321100050_AGRIBISNIS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Berdasarkan Data BPS Produksi Padi dan Beras Menurut Provinsi Tahun
2021, Jawa Timur menjadi provinsi penghasil padi terbanyak dari seluruh provinsi di
Indonesia. Jawa Timur, mampu menghasilkan 9,90 juta ton gabah kering giling (GKG)
pada 2021. Tahun 2021 Provinsi Jawa Timur bertahan sebagai penghasil padi terbesar di
Indonesia. Sedangkan berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Kabupaten Lamongan, dengan luasan lahan panen 154.204 Ha, Kabupaten Lamongan
mampu menghasilkan gabah kering giling (GKG) sebesar 1.196.310 ton pada Bulan
Januari – Desember tahun 2021. Angka tersebut lebih besar dari yang direncanakan yakni
sebesar 1.116.957 ton. Jika dikonversikan menjadi beras, maka setara dengan 741.712
ton beras. Angka tersebut berdasarkan data sementara dari Badan Pusat Statsitik Tahun
2021. Dari angka tersebut, Kabupaten Lamongan merupakan salah satu penyumbang
terbesar produksi padi di Jawa Timur.
Manajemen budidaya padi dimulai dari strategi atau rencana awal yang direncanakan
petani mulai dari pengolahan lahan, persiapan bibit, penyemaian membersihkan gulma,
pemupukan dan pengendalian hama penyakit, kemudian mempersiapkan tenaga kerja
yang dibutuhkan selama pemeliharaan tanaman padi sampai padi panen. Menurut Erinie
Tisnawati Sule dalam bukunya yang berjudul Pengantar Manajemen (2005), fungsi
perencanaan atau Planning yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk
penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan yang dibuat. Kabupaten Lamongan sebagai kabupaten penyumbang hasil pertanian terbesar di
Jawa Timur, karena Kabupaten Lamongan masuk ke dalam lima posisi teratas produksi
padi tertinggi, Kecamatan Sugio adalah yang paling tinggi hasil produksinya diantara
kecamatan lain, namun Kecamatan Modo masuk ke jajaran kedua sebagai kecamatan
dengan hasil produksi padi tertinggi di Kabupaten Lamongan. Dengan produksi padi
sebesar 73.358 ton dan luasan panen seluas 9.345 Ha, disusul Kecamatan Laren
menyumbangkan produksi beras 71.401 ton dengan luasan panen 9.061 Ha, selanjutnya
Kecamatan Kembangbahu dengan produsi padi 70.227 dengan luasan panen 8.912 Ha
dan Kecamatan Kedungpring dengan luasan lahan panen 8.632 Ha, mampu
menghasilkan produksi padi sebesar 67.819 ton.
Budidaya tanaman padi inpari32 di Desa sidodowo,mampu menghasilkan padi dengan
hasil yang memuaskan.hal itu disebabkan karena lahan saawah yang mereka miliki subur
dan luas. Para petani juga merawat tanaman padi mereka dengan telaten,salah satu cara
yang dilakukan para petani,agar mampu menghasilkan hasilpanen berlimpah adalah
dengan cara memperhatikan takaran dosis pupuk yang tepat dan sesai dengan jenis lahan
mereka. Benih inpari32 juga menjadi salah satu komponen utama dalam budidaya
tani,kemudian pestisida,alsintan dan tenaga kerja juga turut serta menjadi penopang
keberhasilan hasil panen padi para petani di Desa Sidodowo.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MIRA FEBRI YANTI; EKA MAGHFIROTUL FITRIYYAH
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords PADI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 04:15
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18741

Actions (login required)

View Item
View Item