TRUNOJOYO-KP-27743-190341100065-Laporan PKL_Rafdi Nur Wahyu Robby_19-065[1].pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Pantai adalah wilayah yang dipengaruhi oleh proses dinamika di darat
dan di laut. Pantai umumnya menjadi tempat untuk proses dinamika yang
kompleks yang dapat mengakibatkan perubahan struktur yang relatif cepat
(Purwanto et al., 2014). Secara umum proses geomorfologi yang bekerja
pada zona pantai dapat dibedakan menjadi dua yaitu destruktif dan
konstruktif. Proses destruktif memiliki arti sebagao proses yang cenderung
merusak atau merubah bentuk lahan yang ada sebelumnya, sedangkan
proses konstruktif memiliki arti proses yang membentuk lahan baru (Opa,
2011).
Daerah pantai memiliki potensi yang besar sebagai daerah pemukiman,
pariwisata, budidaya, reklamasi, dan sarana lainnya (Opa, 2011). Zona pantai
merupakan zona yang paling intensif dimanfaatkan. Pemanfaatan daerah
pantai dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap bentuk pantai
sehingga terjadi perubahan garis pantai (Triharto, 2019)
Garis pantai (Shoreline) adalah garis khayal yang dibentuk dan menjadi
perpotongan antara air laut dengan daratan pantai (Kusumawati et al., 2014).
Garis pantai digunakan dalam kepentingan nasional untuk penentuan batas
daerah dengan daerah lain dan pengelolaan laut. Udara, air, dan bebatuan di
pantai saling berhubungan sehingga disebut lingkungan yang unik. Proses
dinamika alami dalam pengelolaan kawasan daerah pesisir berkaitan erat
dengan garis pantai (Suniada, 2015)
Teknologi penginderaan jauh dapat diaplikasikan untuk mengkaji
fenomena perubahan pesisir dengan keunggulan luasan area, pilihan resolusi
dan waktu beragam, serta efisiensi waktu (Ladys et al., 2012). Kajian tentang
jarak dan laju perubahan garis pantai telah dimanfaatkan untuk berbagai
macam penelitian pesisir, seperti perencanaan dan kebijakan tata ruang dan
wilayah, zonasi rawan bencana dan prediksi morfodinamika pantai.
Penggunaan citra satelit Sentinel-2A juga dinilai lebih cocok dari citra Landsat
yang memiliki resolusi lebih kecil. Citra resolusi yang lebih besar dapat
memunculkan bentuk daratan yang lebih kecil sehingga hasil proses digitasi
dapat lebih akurat (Kay et al., 2012).
2
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai
yang terjadi di Desa Pejarakan, Kab. Buleleng menggunakan citra satelit
Sentinel-2A. Metode dalam penelitian ini adalah dengan memanfaatkan
teknologi penginderaan jauh yang selanjutnya diselesaikan dengan
perhitungan statistik Digital Shoreline Analysis System (DSAS) pada aplikasi
penginderaan jauh.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Rafdi Nur Wahyu Robby |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PANTAI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:15 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18740 |
