TRUNOJOYO-KP-27742-200311100085-yuris pkl.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Abstract
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan yang
berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama sebagai
penyedia lapangan kerja baru, sumber pendapatan bagi petani dan penghasil
devisa. Kakao adalah tanaman tahunan yang mulai berbunga dan Buah 3-4
tahun setelah tanam. Jika mengelola tanaman kakao dilakukan dengan baik,
siklus produksi dapat bertahan lebih dari 25 tahun, perhatian lebih harus
diberikan pada keberhasilan budidaya kakao, faktor kesesuaian tanah dan
bahan tanaman. Pemanfaatan bibit kakao tidak unggul menyebabkan
tercapainya produktivitas dan mutu biji kakao rendah. Jadi lebih baik
menggunakan bahan tanaman berkualitas tinggi dan berkualitas tinggi
(Kardiyono, 2010).
PT. Perkebunan Nusantara XII adalah perusahaan milik Negara salah
satu tujuannya adalah untuk melakukan usaha di bidang pertanian dan dalam
industri pertanian dengan budidaya tanaman, yang salah satunya
meningkatkan produksi kakao. Ruang kerja PTPN XII berada Jawa Timur
(Ngawi dan Banyuwangi) dengan beberapa kebun berbagai barang yaitu :
kakao, karet, kopi, teh, aneka kayu, tebu, gula kelapa, Wisata pertanian,
berbagai tambang dan rumah sakit. pengelolaan tanaman Penanaman
proporsional dengan metode tradisional dan padat karya bergantung pada
musim dan alam. Setiap program investasi harus didasarkan pada perhitungan
yang cermat antara penggunaan sumber daya (input) dan keluarannya (output).
PT Perkebunan Nusantara XII memiliki sumberdaya lahan berupa hak guna
usaha, sehingga pengelolaan budidaya kakao harus dilakukan secara intensif.
Pemangkasan merupakan salah satu teknik budidaya yang sangat
penting, terutama untuk tanaman kakao. Pemangkasan bertujuan untuk
meningkatkan produktivitas, menjaga agar tanaman tetap hidup, melawan
penyakit dan menyiapkan tanaman untuk merangsang produksi, serta
mengatur iklim mikro yang tepat bagi tanaman. Pemangkasan juga bertujuan untuk memanfaatkan sinar matahari secara efektif agar tanaman dapat
mencapai produktivitas yang tinggi (Prawoto et al., 2008).
Pemangkasan tanaman kakao berdasarkan tujuannya dibedakan atas
pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan
produksi. Pemangkasan bentuk dilakukan pada tanaman kakao sebelum
berproduksi pada umur 1–2 tahun, diikuti dengan pemangkasan pemeliharaan.
Pemangkasan produksi dilakukan setelah tanaman berproduksi yang dimulai
3–4 tahun tergantung bahan tanam yang digunakan (Nasaruddin et al., 2020).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YURIZ IKHROZA ALAM ARIYASA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | KAKAO |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18739 |
