PROSES IODISASI HASIL PRODUKSI GARAM DI BPPP BANYUWANGI

EKA PUSPITA OKTARIA (2023) PROSES IODISASI HASIL PRODUKSI GARAM DI BPPP BANYUWANGI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27741-160341100032-Laporan PKL Eka Pus.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27741-160341100032-Laporan PKL Eka Pus.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Negara Indonesia salah satu negara maritim yang memiliki potensi bahari
yang sangat melimpah dan beragam. Indonesia adalah negara kepulauan terluas
didunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 pulau dan garis pantai mencapai
95.161 km. Luas laut wilayah perairan yang mencapai 2/3 wilayah Indonesia yaitu
seluas 5,9 juta km2 merupakan potensi sektor kelautan yang sangat menjanjkan untuk
dikembangkan. Sumber daya yang dapat dimanfaatkan di perairan sangat banyak
sehingga bermanfaat sebagai mata pencaharian utama bagi masyarakatnya, terutama
masyarkat pesisir. Potensi tersebut mulai dari perikanan tangkap, budidaya perikanan,
budidaya terumbu karang, rumput laut, minyak bumi sampai pemanfaatan air laut
dalam produksi garam(Lasabuda 2013).
Adanya garam berguna sebagai bahan penambah dari kebutuhan pangan dan
digunakan sebagai sumber cairan bagi tubuh. Garam juga sangat berperan dalam
bidang industri. Negara Indonesia termasuk negara yang memiliki garis pantai yang
panjang, namun usaha untuk meningkatkan produksi garam belum diminati, selain itu
minim adanya teknologi yang mampu meningkatkan produksi garam. Keadaan ini
sangat disayangkan karena kebutuhan garam nasional dari tahun ke tahun semakin
meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri di
Indonesia. Kebutuhan garam di Indonesia masih bergantung pada kegiatan impor dari
luar negeri. Garam yang diimpor meliputi garam industri maupun garam
konsumsi(Rositawati et al 2013).
Garam konsumsi digunakan untuk keperluan konsumsi maupun digunakan
untuk kebutuhan industri makanan. Garam konsumsi juga termasuk garam
beryodium, yaitu garam yang sudah ditambahkan atau mengalami fortifikasi dengan
KIO3 (Kalium Iodat) sebanyak 30-80 ppm. Penambahan senyawa KIO3 ini
digunakan untuk menanggulangi Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI).
Menurut Standar Nasonal Indonesia (SNI), kandungan iodium yang baik yaitu
berkisar antara 30-80 ppm(Cahyadi 2008). Adanya permasalahan GAKI yang ada di
Indonesia maka pelaksanaan Praktik Kerja Lapang ini dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang proses iodisasi garam yang ada di Balai Pelatihan dan Penyuluhan
Perikanan BPPP Banyuwangi.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
EKA PUSPITA OKTARIA
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords GARAM
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 04:14
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18737

Actions (login required)

View Item
View Item