TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO

RIFKY ARYASATYA (2023) TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU SITUBONDO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27739-200351100062-Bagi PKL RIPKI FIX ACC.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27739-200351100062-Bagi PKL RIPKI FIX ACC.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Indonesia memiliki laut yang sangat luas dan sangat bagus untuk
memanfaatkan sektor kelautan untuk membantu meningkatkan perekonomian,
khususnya pada sektor perikanan. (Suman et al., 2017) menyatakan dalam jurnalnya
bahwa potensi perikanan di Indonesia menjadi salah satu potensi yang besar di
dunia karena Indonesia sendiri dikelilingi lautan. Potensi sumberdaya perikanan
tersebut menjadi suatu hal yang positif bagi kemakmuran masyarkat apabila dapat
dikelola dengan baik. Potensi perikanan Indonesia akan dapat mendongkrak
ekonomi masyrakat jika dalam sistem pengelolaan hasil tangkapan ikan dapat
dikelola dengan baik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi, dan juga sistem
pendistribusian hasil tangkapan yang baik. Hasil tangkapan yang dapat dikelola
menjadi suatu produk baru akan memiliki nilai jual tersendiri dibandingkan hasil
tangkapan yang dijual secara mentah. Potensi hasil perikanan Indonesia ini bisa
dibilang sangat baik dikarenakan nilai produksi yang dapat mencapai sekitar 394
triliun rupiah. Hasil perikanan ternilai sangat baik, namun segala hal tersebut
terdapat beberapa masalah yang perlu dikendalikan seperti overfishing, hal ini akan
menyebabkan penurunan dan kepunahan terhadap potensi perikanan (Arrazy &
Primadini, 2021).
Ikan kakap sendiri merupakan salah satu komoditas yang digemari banyak
orang untuk dimanfaatkan sebagai konsumsi. Ikan kakap salah satu ikan yang
memiliki nilai ekonomis cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan sumber
penghasilan nelayan. Ikan kakap bisa juga dibudidayakan pada kolam untuk
dikembangkan bahkan bisa dikomersilkan. Perkembangan ikan kakap sendiri
relative cukup cepat dan juga memiliki nilai toleransi yang tinggi terhadap
perubahan lingkungan. Pengembangan budidaya ikan kakap putih sangat memiliki
peluang karena didukung dengan sektor perairan yang luas baik dari payau, laut,
maupun tawar. (Hasibuan et al., 2018) menyatakan bahwa ikan kakap ini
merupakan salah satu komoditas ekspor yang memiliki permintaan cukup tinggi di
pasar luar negeri. Pemilihan komoditas yang akan dikembagkan memperlukan
pemikiran dan persiapan yang matang untuk memperoleh hasil yang maksimal,
apalagi ikan kakap yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi ini bisa menjadi
peluang untuk dikembangkan oleh masyarakat (Pramono et al., 2022). Pertumbuhan benih ikan kakap bisa dipengaruhi beberapa factor seperti
pemberian pakan. Peran kegiatan pembenihan ikan kakap putih sendiri merupakan
salah satu upaya untuk menjaga stok dari benih ikan kakap putih sendiri, sehingga
dapat mengantisipasi dari kepunahan akibat penangkapan secara besar besaran dan
pemanfaatan secara berlebihan. (Aslamiah et al., 2019) mengatakan bahwa salah
satu faktor yang menghambat perkembangan budidaya kakap putih di Indonesia
adalah masih sulitnya penggunaan pakan buatan, apalagi kualitas pakan yang
diberikan masih kurang. Pemahaman tentang protein dan pemberian pakan ikan
sangat perlu dilakukan supaya masyarakat tidak salah langkah dan mendapatkan
hasil budidaya yang cukup baik. Fase larva sendiri menjadi kondisi kritis bagi larva
ikan kakap, karena larva mengalami perubahan sumber bahkan dari jenis pakannya.
Budidaya ikan kakap putih sendiridapat dilakukan melalui beberapa metode seperti
keramba jarring apung (KJA), kolam, dan tambak, sedangkan untuk budidaya skala
kecil bisa menggunakan bak mauoun kolam bulat. Padat tebaran benih ikan kakap
menyesuaikan ukuran wadah yang digunakan, yang dimana padatan tebaran sendiri
menjadi salah satu factor yang mempengaruhi pertumbuhan pada ikan (Pramono
et al., 2022).

BPBAP Situbondo sendiri merupakan salah satu instansi perikanan payau
yang memiliki beberapa komoditas perairan payau dari benih bahkan indukan.
BPBAP Situbondo sendiri terletak di jalan Raya Pecaron, kecamatan Panarukan,
kabupaten Situbondo, Jawa Timur. PKL pada BPBAP Situbondo ini dilakukan
untuk mengetahui teknik pembesaran yang dilakukan pada benih ikan kakap putih
sehingga praktikan mengetahui tahapan pembesaran yang benar.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
RIFKY ARYASATYA
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords IKAN KAKAP
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 04:14
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18735

Actions (login required)

View Item
View Item