PANEN DAN PASCA PANEN MELON (Cucumis melo L) UNTUK KEBUTUHAN BENIH DI PT. BENIH CITRA ASIA JEMBER

SULTON HAKIM (2023) PANEN DAN PASCA PANEN MELON (Cucumis melo L) UNTUK KEBUTUHAN BENIH DI PT. BENIH CITRA ASIA JEMBER. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27738-170311100014-Sulton Hakim_170311100014_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27738-170311100014-Sulton Hakim_170311100014_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi didalam era globalisasi berkembang sangat
cepat, sehingga pertumbuhan usaha juga semakin banyak menyebabkan kuat dan
ketatnya persaingan. Mahasiswa yang mana menjadi sumber daya manusia dituntut
untuk meningkatkan daya intelektualitas serta profesionalitasnya agar dapat ikut
berperan aktif dalam persaingan tersebut. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi juga membutuhkan pengalaman serta pengetahuan yang banyak agar tidak
tertinggal dalam sebuah persaingan. Sehingga perlu diadakan praktik kerja secara
langsung untuk menambah pengalaman dalam menerapkan ilmu yang diperoleh
semasa di perkuliahan.
Perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin dibendung

tanpa batas waktu sehingga dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang sebanyak-
banyaknya agar tidak tertinggal dalam ketat dan kuatnya persaingan. Untuk menambah

pengalaman dalam menerapkan ilmu yang diperoleh pada saat perkuliahan maka perlu
diadakan suatu praktek secara langsung.
Praktik Kerja Lapang merupakan kegiatan mahasiwa yang dilaksanakan di
instansi, lembaga atau perusahaan baik negeri maupun swasta dalam jangka waktu
tertentu, atau berupa kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada
masing-masing program studi di fakultas pertanian. Kegiatan Praktik Kerja Lapang
dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait dengan teori dan
pengetahuan yang diterimanya di dalam kelas, serta memperluas wawasan pada
kegiatan nyata di program studi masing-masing. Hasil kegiatan tersebut selanjutnya di
susun menjadi karya tulis ilmiah berupa laporan praktik kerja lapang (Arisandi, 2015).
Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman buah dari famili
Cucurbitaceae. Tanaman melon termasuk dalam divisio Spermatophyta karena
termasuk dalam tumbuhan berbiji. Sub-divisio Angiospermae karena tanaman ini
berbiji tertutup atau biji di dalam daun buah, kelas Dicotyledoneae karena memiliki dua daun lembaga, sub-kelas Sympetalae karena daun mahkota bunganya berlekatan.
Buah melon merupakan komoditas holtikultura yang telah banyak dikembangkan di
Indonesia, baik dalam skala kecil maupun agribisnis (Anindita 2009).
Usaha untuk meningkatkan produksi buah melon telah banyak dilakukan yaitu
dengan memperbaiki teknologi budidaya. Salah satunya dengan penyediaan bibit
unggul yang mempunyai kualitas yang lebih baik seperti tanaman toleran terhadap
hama dan penyakit serta memiliki produksi yang tinggi. Kenaikan produksi terutama
dapat dicapai melalui tersedianya kultivar unggul baru (Andriyani 2006). Melon
termasuk tanaman musiman yang merupakan tanaman menjalar atau merambat dan
berakar tunggang. Batang tanaman melon dapat mencapai panjang 150−300 cm
berpenampang pentagon, lunak, dan berbuku-buku tempat melekatnya daun. Pada
ketiak-ketiak daun biasanya muncul tunas atau cabang dengan jumlah yang relatif
banyak. Satu batang tanaman dapat menghasilkan 2 hingga 3 buah melon, tetapi agar
pertumbuhan seragam dan maksimal, hanya satu buah yang dibiarkan hingga
membesar, matang, dan dipanen. Berdasarkan varietasnya, bentuk dan warna buah
melon sangat bervariasi. Bentuk buah melon umumnya bulat, bulat oval atau lonjong
atau silindris, sedangkan warna kulit buah melon umumnya putih susu, putih krem,
hijau krem, hijau-kuning, hijau muda, dan kuning. Kulit buahnyaada yang bergaris,
bertotol warna gelap, membentuk jaring atau jala, semi-berjala hingga permukaannya
halus dan tipis. Bobot buah melon berkisar antara 400− 2.000 g. Daging buah melon
juga bervariasi warnanya, ada jingga, kuning, hijau, hijau muda, bahkan putih
(Rukmana 1994). Umur panen buah melon bervariasi antara 55−85 hari setelah tanam
(HST), bergantung pada beberapa faktor. Faktor-faktor yang memengaruhi umur panen
melon adalah faktor genetis, lingkungan, serta perpaduan dari beberapa tindakan budi
daya (Prajnanta 2004). Menurut Samadi(2007), buah melon yang siap dipanen
memiliki ciri-ciri visual antara lain terbentuknya retakan di sekitar pangkal tangkai
yang menyerupai cincin berlapis-lapis, untuk buah melon jenis berjaring tampak
bentuk jaring sangat jelas dan sudah memenuhi seluruh permukaan buah, sudah
tercium aroma harum dari buah(dihasilkan oleh sekitar 80% dari total buah yang ada), kulit buah berwarna kekuningan atau putih susu, dahan terlihat sudah menua dan daun
sudah menguning, serta tangkai buah telah retak.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SULTON HAKIM
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords MELON
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 04:14
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18734

Actions (login required)

View Item
View Item