PROSEDUR PEMBIBITAN MANGROVE Rhizopora mucronata DI KAWASANEKOWISATA PANTAI CEMARA DESA PAKIS KABUPATEN BANYUWANGI

RAHMA LAFIFA (2023) PROSEDUR PEMBIBITAN MANGROVE Rhizopora mucronata DI KAWASANEKOWISATA PANTAI CEMARA DESA PAKIS KABUPATEN BANYUWANGI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27737-200351100001-PKL- RAHMA LAFIFA 200351100001.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27737-200351100001-PKL- RAHMA LAFIFA 200351100001.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract

Hutan mangrove hidup pada 124 negara trofik dan sub-trofik, mangrove di dunia
mempunyai luas sekitar 15.2 juta ha. Indonesia dengan empat Negara (Brazil, Australia,
Nigeria dan Mexico) penyumbang 48% dari luas hutan mangrove dunia. Hutan mangrove
hampir ditemukan diseluruh kepulauan yang ada di Indonesia. Mangrove yang ada di
Indonesia sebagian besar terkonsentrasi di Papua, Kalimantan (Timur dan Selatan) Riau
dan Sumatera. Hutan mangrove di Indonesia berada dalam yang ancaman serius dan
semakin meningkat karena berbagai pembangunan, yang terpenting adalah
pembangunan yang pesat di semua wilayah pesisir yang penting secara ekonomi.
Retensi pembangunan lain seperti akuakultur, infrastruktur pesisir termasuk pelabuhan,
pembangunan komrsial dan perumahan, dan pertanian menyebabkan menipisnya
sumberdaya mangrove dan tekanan berat pada hutan mangrove yang ada(Iswahyudi et
al., 2020).
Mangrove ialah kawasan hutan pesisi dan muara sungai yang terpengaruh gerak
pasang surut perpaduan antara air sungai dan air laut, yang tergenang air pasang dan
bebas dari genangan pada saat saat air surut yang masyarakatnya toleran terhadap
garam. Ekosistem mangrove (bakau) merupakan ekosistem pesisir yang dipengaruhi oleh
pasang surut air laut sehingga dasarnya selalu tertutup air. Ekosistem mangrove
ditemukan di antara pasang dan daerah tertinggi sampai atau diatas permukaan laut rata
– rata pada daerah pantai yang terlindungi dan daerah pantai terlindung diatas permukaan
laut rata-rata dan mendukung berbagai jasa ekosistem disepanjang garis pantai tropis
(Utomo et al., 2018).
Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia dengan luas sekitar 3,2 terhitung
22,6% dari total hutan mangrove dunia (Kelompok Kerja Mangrove Tingkat Nasional,
2013;DasGupta dan Shaw,2013). Namun menurut Fitri dan Anwar (2014) hampir 50%
hutan mangrove di Indonesia telah hilang dalam 2-3 dekade terakir, dari sekitar 6,7 juta
hekar tinggal menjadi sekitar 3,2 juta hektar. Jawa dan Bali merupakan pulau yang paling
banyak mengalami kerusakan yaitu sekitar 88%, sebelumnya kedua pulau ini memiliki
luas sekitar 171.500 ha, namun saat ini hanya sekitar 19.577 ha. Kerusakan tersebut
antara lain disebabkan oleh konvensi mangrove menjadi kawasan pertambakan,
pemukiman, dan industri, padahal mangrove berfungsi sangat strategis dalam
menciptakan ekosistem pantai yang layak untuk kehidupan organisme akuatik(Eddy et al.,
2015). Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Provinsi Jawa Timur dengan luas
wilayah 5.782,50 Km2. Kabupaten Banyuwangi terletak paling timur pulau jawa ini juga
memiliki garis pantai yang panjang yaitu 175,8 km. Garis pantai tersebut berada di 11
kecamatan, 3 kecamtan menghadap Samudera Hindia, 7 menghadap Selat Bali dan 1
kecamatan menghadap Laut Jawa. Sepanjang pantai Kabupaten Banyuwangi terdapat
pantai berpasir maupun karang dan masih banyak dijumpai berbagai macam jenis
mangrove yang tumbuh baik di sepanjang pantai. Pantai Cemara terletak di Desa Pakis,
Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Pantai ini mulai terkenal pada akhir
2015. Pantai Cemara memiliki daya tarik yang berbeda. Dulunya pantai ini bernama panti
rejo yang merupakan pantai nelayan. Pantai ini sering digunakan sebagai pendaratan
perahu dan penjualan ikan langsung dari nelayan, kemudian kegiatan penanaman pohon
cemara udang dengan pola tanam yang menarik, lambat launya pantai ini menjadi pantai
wisata di Kota Banyuwangi(Amalia et al., 2018).
KUB (kelompok usaha bersama) merupakan sutu forum nelayan yang sengaja di
bentuk untuk mengelola Pantai Cemara Pakis. KUB dibentuk untuk memudahkan
pemerintah dalam berkoordinasi dengan kelompok nelayan khususnya mengenai
pemberdaaan masyarakat social dari tidak mampu menjadi maampu. KUB Pantai Cemara
diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan lingkungan yang
berkelanjutan dan mata pencaharian alternatif. KUB Pantai Cemara didirikan oleh Dinas
Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi. KUB Pantai Cemara di bina oleh Dinas
Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi melalui program bantuan ataupun
program pelatihan. Pembinaan juga dilaksanakan langsung ke rumah-rumah anggota
untuk mensosialisasikan program-program pemerintah seperti konservasi penanaman
pohon cemara pantai konservasi penyu dan juga menjadikan pantai sebagai wisata minat
khusus(Setyaningrum et al., 2021).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
RAHMA LAFIFA
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords MANGROVE
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 04:14
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18732

Actions (login required)

View Item
View Item