PENANGANAN BAHAN BAKU IKAN TERI NASI DI PT. MARINAL INDOPRIMA CABANG PAMEKASAN

MAHRUS ALI (2023) PENANGANAN BAHAN BAKU IKAN TERI NASI DI PT. MARINAL INDOPRIMA CABANG PAMEKASAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27736-200331100092-MAHRUS ALI_200331100092_LAPORAN PKL (1).pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27736-200331100092-MAHRUS ALI_200331100092_LAPORAN PKL (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Ikan teri merupakan jenis ikan yang banyak dikonsumsi oleh manusia. Selain
itu ikan teri juga salah satu spesies ikan yang terpenting di dunia (Oksuz dan
Ozyilmaz, 2010). Ikan teri adalah sejenis ikan kecil yang memiliki nilai ekonomi
yang signifikan. Ikan teri kaya akan gizi dengan kandungan mineral, vitamin, lemak
tak jenuh, dan protein yang mengandung asam-asam amino esensial yang penting
untuk pertumbuhan tubuh dan peningkatan kecerdasan otak manusia (Aryati dan
Dhamayanti, 2014). Ikan teri merupkan ikan yang kaya akan asam lemak tak jenuh
ganda dan fosfolipid merupakan nutrisi untuk kandungan protein dan vitamin.
Disebutkan bahwa, 30% dari total asam lemak pada ikan teri adalah
docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA) 2-4 (Nilgun et al.,
2013). Ikan teri tergolong dalam jenis ikan yang rentan terhadap kerusakan yakni
mudah mengalami kemunduran mutu atau cepat mengalami pembusukan apabila
dibiarkan terlalu lama. Jika ikan dibiarkan terlalu lama tanpa adanya penanganan,
maka ikan tersebut akan cepat mengalami perubahan-perubahan yang
diakibatkan oleh pengaruh fisik, kimia, dan mikrobiologi. Aktivitas tersebut
menyebabkan terjadinya kemunduran atau penurunan mutu pada ikan (Tatontos
et al., 2019).
Kerusakan ikan di daerah tropis terjadi dengan kecepatan yang lebih tinggi,
dikarenakan suhu dan kelembapan hariannya lebih tinggi dibandingkan dengan
daerah lainnya. Penurunan kualitas ikan tersebut semakin dipercepat oleh
beberapa faktor, seperti teknik penanganan, penangkapan yang tidak memadai,
kurangnya fasilitas sanitasi yang memadai, keterbatasan sarana yang digunakan,
kondisi biologis, dan penyimpanan di atas kapal (Zulaihah et al., 2018). Sangat
penting untuk melakukan penanganan yang baik segera setelah ikan diangkat dari
air, karena kita perlu menyadari bahwa ikan kaya akan gizi dan memiliki aktivitas
air (aW) yang tinggi, sehingga rentan mengalami kerusakan dengan cepat.

(pembusukan). Usaha yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan ikan sebaik-
baiknya yang dapat dilakukan dengan dengan penanganan suhu rendah pada

semua rantai produksi yang dilakukan sehingga dapat mempertahankan
kesegeran ikan (Widiastuti, 2010).
Mengupayakan agar ikan tetap segar dan bahkan meningkatkan
kesegarannya adalah hal yang tidak dapat dijamin sepenuhnya, walaupun
kesegaran ikan masih dapat dipertahankan. Namun dengan penanganan yang baik dan tepat serta penghambatan proses pembusukan daging ikan,
memungkinkan untuk meningkatkan tingkat kesegaran ikan. Saat ini, penanganan
ikan yang dianggap efektif dilakukan melalui penerapan sistem rantai dingin yaitu
usaha untuk menjaga suhu ikan tetap dingin (suhu rendah). Maka dari itu perlu
adanya tindakan lebih lanjut atau penanganan khusus sebelum dilakukan proses
pengolahan dengan cara pengawetan yaitu melalui teknik pendinginan dengan
cara penanganan terhadap ikan melalui penambahan es batu yang diletakkan
bersamaan dengan ikan pada box penyimpanan, sehingga temperatur ikan dapat
terjaga (Irsyad et al., 2021). Penanganan tersebut menjadi suatu cara yang paling
tepat dan dianggap paling ekonomis serta sangat efektif.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MAHRUS ALI
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords IKAN TERI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 04:13
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18731

Actions (login required)

View Item
View Item