TRUNOJOYO-KP-27733-200331100043-Hilmi Izzuddin_200331100043_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (22MB)
Abstract
Salah satu dari sembilan bahan pokok (Sembako) yang umum di
indonesia adalah gula. Permintaan pasar nasional akan kebutuhan gula tiap
tahunnya kian meningkat. Industri gula merupakan salah satu industri penting
dalam produksi gula di sektor pertanian indonesia. Gula menjadi salah satu
komponen makanan dan kebutuhan berbagai industri pangan dan minuman. Di
indonesia konsumsi gula oleh masyarakat selalu meningkat tiap tahunnya namun
pemerintah belum dapat mencukupi secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh
pertambahan penduduk per tahun dan industri yang menggunakan bahan baku
gula tanpa diikuti peningkatan produksi gula yang seimbang. Berdasarkan Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur (BAPPEDA JATIM), Jawa Timur meraih peringkat tertinggi lagi secara nasional. Dikutip dari data
Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI pada tahun 2022, provinsi Jawa Timur memproduksi gula sebesar 49,55% atau sebanyak
1.192.034 ton dari total produksi gula nasional sebanyak 2.405.907 ton. Dikutip dari Kementrian Perindustrian, produksi gula nasional pada tahun
2021 sebesar 2,35 juta ton, yang terdiri dari 1,06 juta ton produksi pabrik gula
BUMN dan pabrik gula swasta sebesar 1,29 juta ton. Sementara itu, kebutuhan
gula nasional pada tahun 2022 mencapai sekitar 6,48 juta ton, terdiri dari 3,21
juta ton GKP dan 3,27 juta ton GKR. Saat ini terdapat gap kebutuhan gula
sebesar 850 ribu ton untuk gula konsumsi dan 3,27 juta ton untuk gula rafinasi. Meningkatnya kebutuhan gula nasional tersebut disebabkan oleh bertambahnya
jumlah yang menyebabkan peningkatan konsumsi gula rumah tangga, meningkatnya pendapatan masyarakat dan tumbuhnya industri makanan dan
minuman yang diproyeksikan akan naik 5 7 persen per tahunnya. Kekurangan
konsumsi gula industri dipenuhi dengan impor. Peningkatan ketersediaan gula
domestik merupakan suatu hal yang perlu diwujudkan melalui swasembada gula
nasional, yaitu sebagai langkah awal untuk mengurangi ketergantungan
indonesia terhadap negara lain yang diiringi dengan langkah berikutnya secara
stimulan agar terlepas dari pasokan gula impor. PG Kebon agung merupakan salah satu pabrik gula terbesar di Jawa
Timur. Pabrik gula ini telah berdiri sejak tahun 1905 dengan kapasitas giling awal sebesar 1.500 tth (ton tebu per hari) dan berkembang hingga 5.750 tth pada
tahun 2005. pada kondisi saat ini PG Kebon Agung memiliki kapasitas produksi
hingga 12.500 TCD (Tonne Cane per Day atau ton tebu per hari). pabrik gula
Kebon Agung merupakan salah satu pabrik gula yang diharapkan mampu
mendukung pemenuhan kebutuhan gula di indonesia khususunya di jawa timur. Bahan baku gula berupa tebu yang berasal dari perkebunan milik PG Kebon
Agung, dan sebagian berasal dari perkebunan milik masyarakat. Dalam
penentuan bahan-bahan baku yang akan diproduksi diperlukan pengendalian
mutu agar gula yang nantinya dihasilkan berkualitas baik. Pengendalian mutu
juga dilakukan pada saat masuknya bahan baku dan proses produksi. Sanitasi Industri merupakan aspek penting dalam seluruh kegiatan
industri. Mulai dari penerimaan bahan baku hingga pendistribusian produk. Sanitasi Industri yang buruk dapat menyebabkan berbagai hal yang fatal seperti
keracunan makanan (foodbore ilness), penyakit yang serius, bahkan kematian. Hal ini tentu dapat memberi dampak kerugian tidak hanya kepada konsumen, namun juga kepada pelaku industri selaku produsen produk tersebut. Mengingat permintaan gula yang meningkat tiap tahunnya membuat
industri yang memproduksi gula harus selalu menjaga mutu produk agar
terhindar dari berbagai bahaya seperti kontaminasi pangan yang meiliputi
cemaran biologis, kimia, maupun fisik. Terlebih gula sebagai bahan pangan yang
banyak digunakan dalam berbagai tambahan olahan pangan yang membuat
resiko keamanan lebih besar. Berdasarkan hal tersebut penulis ingin mengamati
penerapan sanitasi industri yang dilakukan oleh PG Kebon Agung, serta memberi
masukan perbaikan jika diperlukan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HILMI IZZUDDIN |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | SANITASI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18725 |
