TRUNOJOYO-KP-27732-200341100095-Wahyudi Prasetyo#200341100095#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Penelitian mengenai parameter oseanografi seperti suhu, salinitas,
dan klorofil-a sangat penting dalam ilmu oseanografi (Tanto, 2020).
Penelitian tentang suhu memiliki banyak manfaat bagi wilayah perairan.
Huang et al (2017) menambahkan dalam penentuan indikator iklim secara
global suhu memiliki peranan penting. Suhu juga berperan penting dalam
pembentukan stratifikasi vertikal kolom air yang memungkinkan terhadap
terjadinya peristiwa upwelling dan downwelling (Saputra, 2020). Victor et al
(2011) menambahkan suhu, salinitas dan klorofil-a dalam suatu perairan
dapat dijadikan sebagai evaluasi pengaruh hidrologi.
Berdasarkan Permen KP No.01 tahun 2009 tentang Wilayah
Pengelolaan Perikanan (WPP-NRI) 573 meliputi perairan Samudera Hindia
sebelah selatan Jawa hingga sebelah Selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu,
dan Laut Timor bagian Barat (Ma’mun et al. 2017). Suhadha et al. (2019)
menambahkan wilayah tersebut memiliki kepadatan stok ikan yang tinggi
karena ketersediaan nutrien yang tinggi dan suhu lingkungan yang sesuai
dengan kondisi ikan. Ketersediaan nutrien ditandai dengan kondisi
kesuburan suatu perairan (Wangge et al. 2021).
Gaol et al. (2018) dalam penelitiannya menjelaskan distribusi
klorofil-a merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk
menentukan tingkat kesuburan suatu perairan. Klorofil-a juga disebut
dengan pigmen fotosintetik dari fitoplankton. Indeks klorofil-a dapat
menghubungkan produksi ikan karena adanya sebaran klorofil-a pada
suatu perairan yang mengindikasikan sebaran ikan pada wilayah perairan
tersebut. Suhu dan konsentrasi klorofil-a dapat dijadikan sebagai
parameter dasar untuk menentukan daerah penangkapan ikan (Karman et
al., 2016). Kelimpahan klorofil-a berhubungan erat dengan varibialitas suhu
dan salinitas pada suatu perairan.
Peristiwa perubahan yang terjadi di atmosfer sangat berhubungan
dengan sirkulasi di lautan (Arisandi et al. 2017). Fenomena El Nino
Southern Oscillation (ENSO) adalah contoh dari sirkulasi atmosfer.
Aktivitas ENSO memiliki pengaruh terhadap ketebalan lapisan termoklin di suatu perairan.Selain berpengaruh terhadap sebaran suhu, juga akan
berpengaruh terhadap sebaran salinitas . Parameter oseanografi akan
mempengaruhi kelimpahan klorofil-a dalam suatu perairan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan sebaran suhu dan salinitas
terhadap konsentrasi klorofil-a di perairan Selat Sumba, Laut Sawu, Laut
Timor, dan Selat Ombai.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM WAHYUDI PRASETYO |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | SELAT SUMBA |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18723 |
