TRUNOJOYO-KP-27727-200331100054-200331100054_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Material Handling merupakan proses pemindahan bahan baku, bahan
setengah jadi maupun bahan jadi dari tempat ke tempat yang lain secara vertikal,
horizontal maupun lintasan yang tetap ataupun berubah-ubah. Material handling
juga bisa diartikan sebagai penanganan bahan yang tepat dalam jumlah, waktu,
kondisi, posisi dan tempat yang tujuannya untuk mendapatkan hasil maksimal dan
biaya yang minimum (Mashabai, Adiasa and Ardiansyah, 2021). Menurut
American Material Handling Society (AMHS), material handling merupakan
sebuah seni dari ilmu yang meliputi beberapa kegiatan diantaranya yaitu
penanganan (handling), pemindahan (moving), penyimpanan (storage),
pembungkusan/pengepakan (packaging) dan pengawasan (controlling) dari
bahan dengan segala bentuknya (Maitimu, 2016).
Dalam dunia Industri, penanganan bahan harus ditangani dengan tepat agar
produk tetap terjaga kualitasnya sampai pada tangan konsumen. Material handling
sangat penting agar kinerja yang dilakukan lebih efektif dan efisien, dan hasil yang
diperoleh bisa maksimal dengan pekerjaan yang dilakukan secara minimal.
Material handling juga berguna untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kapasitas
produksi dapat ditingkatkan dengan cara mengurangi down-time pada mesin,
meningkatkan produksi kerja pada jam kerja, memperbaiki lokasi dan pengaturan
dalam fasilitas (Maitimu, 2016). Penanganan pemindahan bahan baku ataupun
barang yang sudah jadi harus dilakukan secara baik dan efisien agar proses
produksi dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang sudah
direncanakan (Kurniawan et al., 2019).
Penanganan bahan memiliki tujuan utama yaitu mengurangi biaya produksi
per unit. Menurut Kalim and Lukmandono (2021), besarnya biaya Material handling
dipengaruhi oleh jarak perpindahan bahan. Metode yang digunakan pada
perusahaan dan alat yang digunakan untuk memindahkan barang yang mana hal
ini sangat dipengaruhi oleh tata letak fasilitas produksi. Ruang lingkup pada
material handling salah satunya yaitu pemindahan suatu barang dari satu lokasi
ke lokasi yang lain.
PT Swabina Gatra atau yang lebih dikenal dengan nama SWA adalah
perusahaan swasta nasional dan merupakan bagian dari Semen Indonesia Group.
Perusahaan SWA ini memiliki 5 lini bisnis utama, salah satunya yaitu produksi air
minum dalam kemasan (AMDK). Bahan baku merupakan bagian penting dalam dunia industri (Naibaho, 2013). Bahan baku utama pada AMDK merupakan air
sedangkan bahan penunjang adalah bahan kemas. Alat yang digunakan pada PT
Swabina Gatra untuk menunjang proses produksi meliputi truk tangki, tabung silica
sand filter, tabung carbon active, tandon air, storage tank, tabung micro filter 1 dan
2, tabung ultraviolet, ozon generator, final storage tank, mesin proses pencucian,
mesin proses pengisian, mesin proses pelabelan dan alat pengemasan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MULAN ANTIKASARI ROMADLONI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | IR MINUM DALAM KEMASAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18709 |
