ANALISIS PENGARUH LUAS LAHAN TERHADAP JUMLAH PRODUKSI GARAM

Ilham Maulana (2023) ANALISIS PENGARUH LUAS LAHAN TERHADAP JUMLAH PRODUKSI GARAM. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27720-200341100089-Ilham Maulana#200341100089#Ilmu Kelautan.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27720-200341100089-Ilham Maulana#200341100089#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Perairan laut indonesia memiliki potensi sumberdaya perikanan yang sangat
besar. Sumberdaya tersebut dapat berupa sumberdaya hayati atau non hayati.
Sumberdaya hayati dapat berupa biota akuatik dan tumbuuhan yang ada di air.

Sumberdaya non hayati meliputi tanah dan air. Pemanfaatan sumberdaya peri-
kanan hayati dapat meliputi kegiatan bertambak ikan, udang, dan produksi garam.

Pemanfaatan sumberdaya perikanan non hayati dapat berupa pengolahan air laut

untuk dijadikan garam konsumsi. Air laut memiliki sifat yang tidak terbatas se-
hingga bahan baku ini memiliki potensi yang cukup besar untuk dijadikan proses

produksi garam. (Supriyo et al., 2022)
Kondisi geografis di Indonesia yang tiga perempatnya berupa laut, hal tersebut
memberikan peluang di Indonesia untuk menjadikan sebagai Negara maritim yang
kuat serta mandiri. Kedudukan Negara Indonesia sebagai Negara kepulauan akan

laut yang sangat luas menyebabkan setiap daerah terdapat potensi untuk mengel-
ola garam, namun sejak zaman dahulu hanya sedikit daerah yang dikenal sebagai

produsen utama garam, salah satunya termasuk Pulau Madura di Provinsi Jawa
Timur (Indriyanti, Kasmawati, 2021)
Garam adalah mineral yang berasal dari alam dan banyak dikonsumsi secara
langsung sebagai penyedap masakan dan tidak langsung sebagai bahan
pengawet pada industri atau makanan. Garam mampu didapatkan dengan tiga
cara meliputi penambangan batan garam (rock salt mining), sumur air garam
(brine), dan penguapan air laut dengan bantuan pemanasan sinar matahari.
(Ihsannudin et al., 2018)
PT. GARAM (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
bergerak di bidang industri pengolahan dan perdagangan garam. Di Indonesia,
garam yang diproduksi oleh PT. GARAM (Persero) dilakukan dengan cara modern
dan inovatif yaitu dengan teknologi geomebrane dan proses penguapan air laut
menggunakan bantuan sinar matahari (Evaporasi).Sampai dengan tahun 2015,
produksi garam nasional berjumlah kurang lebih 3.241.000 Ton, yang dihasilkan
dari ladang pegaraman seluas kurang lebih 30.000 Ha milik masyarakat dan PT.
GARAM (Persero). Hal ini disebabkan provinsi tersebut mempunyai karakteristik
geoklimatologi yang sangat sesuai untuk usaha pegaraman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa luas lahan terhadap produktivitas garam. Penelitian ini
bertempat di dua lokasi yaitu Pegaraman I Sumenep dan Pegaraman Gersik
putih(Bramawanto et al., 2022)

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Ilham Maulana
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords GARAM
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 04:08
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18699

Actions (login required)

View Item
View Item