TRUNOJOYO-KP-27718-180331100038-ardi habibi_180331100038_laporan_pkl.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Jamu dikenal menjadi salah satu alternatif pengobatan dari alam seperti
tumbuhan, hewan, mineral, dan sediaan galenik atau campuran bahan yang
secara tradisional menjadi ilmu pengetahuan secara turun temurun dengan bukti
empiris. Jamu sudah menjadi bagian terpenting dalam masyarakat indonesia
yang banyak digunakan sebagai peningkat imunitas tubuh supaya terhindar dari
beberapa virus atau suatu penyakit. Sehingga perlu adanya penelitian dan
pengembangan lebih lanjut tentang jamu tradisional di elemen masyarakat dan
pemerintah dalam menunjang produksi jamu tradisional ke ranah industri.
Sehingga jamu memiliki nilai lebih baik lagi dari segi kualitas maupun kuantitas.
Potensi jamu di Indonesia sangat melimpah, menurut badan pusat
statistik tanaman biofarmaka 2021-2023 semakin meningkat dari 183 ton menjadi
247 ton, sehingga dari keberagaman jenis bahan baku yang tersedia baik
formulasi, dan keunikan pemanfaatan yang ditawarkan oleh dari beberapa
daerah di seluruh Indonesia. Kekayaan intelektual yang semakin maju juga
memberikan peluang pengembangan jamu keranah industrialisasi seperti
adanya industri jamu di Indonesia, seperti PT sido Muncul, PT Bhumi Empon
Mustika, PT Konimex, dan PT Jamu Iboe. Berdirinya beberapa industri didasari
kebutuhan pemanfaatan jamu semakin tinggi, seperti di daerah kabupaten
Bangkalan Madura berdiri sebuah industri jamu yaitu PT Firdaus Kurnia Indah.
Perusahaan tersebut bergerak dibidang jamu herbal ramuan madura yang
berbentuk jamu puluran, minyak, serbuk dan kapsul. Bagian terpenting dalam
menjaga kualitas dan umur simpan jamu perlu adanya konsep yang secara terus- menerus dikembangkan, seperti salah satunya yang dibutuhkan metode
pengemasan yang baik.
Kemasan juga berperan penting terhadap strategi perusahaan untuk
menarik market secara konseptual kemasan terdiri dari pemberian warna,
bentuk juga fungsi untuk menjaga kualitas produk tersebut (Mayra, 2013). Secara
umum kemasan memiliki arti wadah yang menjadi pelindung suatu produk agar
tetap aman dari sumber kontaminan, dan memberikan kesan menarik. Kemasan
yang aman dikategorikan kemasan yang mencegah perubahan fisik, kimia,
biologi, dan juga perubahan warna, aroma, tekstur yang disebabkan oleh
perpindahan udara atau uap air dari eksternal (Mukhtar Nurif, 2015). Kata
“kemasan” menginplementasikan hasil akhir dari proses mengemas. Sebuah
industri jamu perlu adanya perencanaan dalam menentukan jenis kemasan dan
klasifikasi sistem kemasan. Pada Praktik Kerja Lapang yang akan dilakukan di
PT Firdaus Kurnia Indah akan mempelajari tentang informasi umum perusahaan
dan proses pengemasan jamu ramuan Madura, dimana pemilihan topik proses
pengemasan karena banyaknya jenis kemasan jamu yang digunakan oleh
perusahaan PT Firdaus Kurnia Indah sehingga perlu proses lebih lanjut untuk
mengamati proses pengemasan jamu ramuan Madura.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ARDI HABIBI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | JAMU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18697 |
