TRUNOJOYO-KP-27717-200341100052-Akbar Rizki Nurmaulana#200341100052#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15MB)
Abstract
Penginderaan jauh dapat diartikan sebagai teknologi untuk
mengidentifikasi suatu obyek di permukaan bumi tanpa melalui kontak langsung
dengan obyek tersebut. Saat ini teknologi penginderaan jauh berbasis
Unmanned Aerial Vehicle (UAV) menjadi sangat populer dan digunakan untuk
berbagai tujuan kegiatan. Hal ini disebabkan teknologi ini memiliki beberapa
kelebihan, seperti: harganya yang relatif murah dan mudah didapat, mampu
menjangkau daerah yang terpencil, bentuk datanya digital sehingga dapat
digunakan untuk berbagai keperluan dan ditampilkan sesuai keinginan
(Suwargana, 2008).
Informasi spasial suatu wilayah saat ini mudah untuk didapat seiring
dengan kemajuan tekonologi. Penggunaan data penginderaan jauh dan Sistem
Informasi Geografis (SIG) dapat membantu dalam mengambil informasi tentang
struktur dan karakteristik wilayah dengan cara yang komprehensif. Kendala
yang terkait dengan keterbatasan data permukaan, yang membutuhkan
pengaitan objek dengan cepat, mudah, dan akurat, dapat dianalisis melalui
pemanfaatan data penginderaan jauh. SIG menawarkan kemampuan yang luar
biasa dalam memvisualisasikan data spasial beserta atribut-atribut yang terkait
(Raharjo, 2010).
Pemetaan dengan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
merupakan salah satu pilihan dalam memetakan wilayah yang memiliki kondisi
topografi beragam. Teknologi pemetaan ini telah berevolusi yang semula dari
wahana pesawat berawak berukuran besar dengan biaya mahal menjadi
wahana berukuran kecil tidak berawak dan murah. Sumber Daya Manusia
(SDM) yang terlatih dapat menghasilkan produk fotogrametri UAV dengan
kualitas yang baik, berbiaya murah, aman, cepat, dan efisien. UAV menjadi
salah satu teknologi yang dimanfaatkan dalam pembuatan peta berbasis foto
udara dengan resolusi tinggi, mudah diaplikasikan dan efisien dalam hal biaya
(Junarto, et al., 2020).
Metode fotogrametri adalah salah satu metode yang biasa digunakan
dalam pemetaan. Fotogrametri merupakan metode yang digunakan untuk
mendapatkan informasi mengenai objek-objek dan lingkungan melalui proses
perekaman, pengukuran dan penafsiran citra fotografik. Terdapat beberapa faktor utama dalam aspek-aspek geometric yang di antaranya adalah sudut,
jarak, dan koordinat (Rachmanto dan Ihsan, 2020).
Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan aplikasi Sitem Informasi
Geospasial (SIG) merupakan alat untuk membuat peta, validasi dan
perencanaan. Data foto udara dapat digunakan untuk pemetaan dengan skala
yang detail. Dalam jurnal yang ditulis oleh Hutahaean et al., (2019), drone dapat
digunakan untuk membantu Tim Search And Rescue (SAR) dalam pencarian
suatu objek dan lokasi yang terkena bencana. Data foto udara memiliki resolusi
spasial yang tinggi dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini,
sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai kemampuan drone dalam
mendeteksi suatu objek.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AKBAR RIZKI NURMAULANA |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18695 |
