TRUNOJOYO-KP-27716-200321100005-Putri Intan sari_200321100005_Agribisnis.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Kabupaten Lamongan adalah salah satu wilayah yang menjadi penghasil
padi tertinggi di Jawa Timur (Ainurrahma, Nuryartono, and Pasaribu 2018).
Berdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2017 Kabupaten Lamongan mampu
menghasilkan padi nomor satu di Jawa Timur dengan jumlah 924.933 ribu ton.
Menurut Bappeda Provinsi Jawa Timur tahun 2022, Lamongan menyumbang
produksi padi terbesar kedua dengan jumlah sebanyak 804,82 ribu ton.
Tingginya jumlah produksi padi tersebut mendukung Kabupaten Lamongan
menjadi salah satu wilayah swasembada pangan nasional. Namun selain
tanaman padi, Kabupaten Lamongan juga memiliki hasil produksi komoditas
lainnya seperti jagung, kedelai, kangkung, dan kacang tanah (Astutik 2017).
Usahatani padi di Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan adalah
usahatani yang mampu menghasilkan padi yang cukup banyak yaitu 57.767 ton
pada tahun 2019. Tingginya jumlah produksi padi dapat terlihat dari banyaknya
lahan sawah yang ditanam disepanjang jalan Desa Jotosanur Kecamatan Tikung
Kabupaten Lamongan. Desa Jotosanur merupakan salah satu Desa yang ada di
Kecamatan Tikung yang terbilang Desa setengah kota dimana terletak dekat
dengan Kota Lamongan (Nina 2011). Faktor utama yang mempengaruhi
usahatani padi yaitu penggunaan input produksi seperti benih, pupuk, pestisida,
tenaga kerja, dan alsintan yang menunjang kegiatan bertani. Penggunan input
produksi tersebut akan berdampak kepada jumlah pendapatan yang di peroleh
oleh petani padi (Ramli et al. 2017). Sehingga perlu adanya upaya untuk memanajemen input produksi padi untuk meningkatkan hasil produksi padi di
Desa Jotosanur. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat usahatani padi Desa
Jotosanur adalah kegagalan panen yang disebabkan oleh banyaknya hama
seperti tikus dan menjadikan kerugian yang cukup besar. Namun tidak sedikit
dari petani yang mengeluh akan minimnya ketersediaan dan harga dari pupuk
subsidi sehingga berdampak pada kualitas usahatani padi dan keuntungan yang
didapatkan (Noviandi et al. 2020).
Usahatani padi di Desa Jotosanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan
menjadi salah satu alternatif pilihan lokasi Praktik Kerja Lapang (PKL). Lokasi ini
merupakan wilayah yang memiliki jumlah produksi padi yang cukup banyak dan
lebih modern jika dibandingkan dengan Desa lainnya. sehingga cocok untuk
dilakukan penelitian untuk mengetahui penerapan manajemen input usahatani.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian secata optimal (Hildegardi
et al. 2022).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM PUTRI INTAN SARI; ANGGIE PUTRI DESWITANTI |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | PADI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18693 |
