TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5524-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (89kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5524-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (466kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5524-Bab1pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (179kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5524-Bab2Pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5524-Bab3 pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (246kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5524-Penutup.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5524-Daftar Pustaka pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (147kB)
Abstract
ABSTRAK
Dalam proses pembuktian merupakan tahap paling menentukan dalam proses peradilan pidana mengingat pada tahap pembuktian tersebut akan ditentukan terbukti tidaknya seorang terdakwa melakukan perbuatan pidana sebagaimana yang didakwakan Penuntut Umum. Ilmu pengetahuan pada era modern saat ini sangat berkembang dengan pesat. Bantuan ilmu kedokteran kehakiman tertuang dalam bentuk Visum et Repertum, sedangkan pembuat Visum et Repertum dilakukan oleh dokter yang merupakan aplikasi dari ilmu kedokteran kehakiman yang dapat berperan dan membantu penyidik dalam tugasnya menemukan kebenaran materil tersebut.. Pada perkara-perkara yang menyangkut kejahatan terhadap tubuh manusia maka antara lain akan dibuktikan penyebab luka atau kematian. Maka bantuan dokter dengan ilmu kedokteran kehakiman yang dimilikinya sangat diperlukan dalam upaya mencari kejelasan dan kebenaran demi mengungkap tentang suatu perbuatan/tindak pidana yang telah terjadi.
Metode pendekatan masalah yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah terdiri Pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan Pendekatan konseptual (conceptual approach), memunculkan objek-objek yang menarik perhatian dari sudut pandang praktis dan sudut pengetahuan dalam pikiran.
Peranan dari Ilmu Kedokteran Kehakiman dalam penyelesaian perkara pidana di Pengadilan adalah membantu hakim dalam menemukan dan membuktikan unsur-unsur pidana yang telah terjadi. Serta memberikan gambaran bagi hakim mengenai hubungan kausalitas antara korban dan pelaku kejahatan dengan mengetahui laporan dalam Visum et Repertum. Pada prinsipnya setiap perbuatan pidana disyaratkan selain bersifat melawan hukum diperlukan juga pertanggungjawaban yang terdapat pada orang yang berbuat. Sedangkan mengenai penyelesaian tindak pidana malpraktek yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah masuk ke pengadilan, semua tergantung kepada pertimbangan hakim yang menangani kasus tersebut untuk menentukan apakah kasus yang ditanganinya termasuk kedalam malpraktek atau tidak.
Kata Kunci : Ilmu Kedokteran Kehakiman, Visum et Repertum, malpraktek
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SAFRIL HENDRI PRANATA RAHMAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Ilmu Kedokteran Kehakiman, Visum et Repertum, malpraktek |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:39 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:44 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/1869 |
