PENGUJIAN KUALITAS AIR DAN TOTAL VIBRIO DARI TAMBAK UDANG VANNAME DI LABORATORIUM MANDIRI DALEGAN GRESIK

Rosalinda (2023) PENGUJIAN KUALITAS AIR DAN TOTAL VIBRIO DARI TAMBAK UDANG VANNAME DI LABORATORIUM MANDIRI DALEGAN GRESIK. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27697-200341100028-Rosalinda#200341100028#Ilmu Kelautan.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27697-200341100028-Rosalinda#200341100028#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Vibrio merupakan bakteri akuatik yang banyak ditemukan pada sungai,
muara kolam dan laut. Vibrio memiliki daya tahan salinitas yang cukup tinggi, oleh
karena itu bakteri Vibrio dapat mencemari pangan hasil laut. Kontaminasi yang
dilakukan oleh bakteri Vibrio dapat dimulai pada perairan, tempat hidup,
pengangkutan, pencucian, dan juga penyimpanan, apabila udang telah
terkontaminasi bakteri Vibrio maka udang yang harusnya menjadi sumber gizi
akan berubah menjadi sumber penyakit bagi konsumen dan menyebabkan
terjadinya infeksi gastrointenial yang ditandai dengan muntah, diare, dan rusaknya
pembuluh darah. Kontaminasi bakteri Vibrio banyak terjadi akibat kualitas perairan
yang tidak sesuai. (Kusmarwati et al., 2020).
Kontaminasi yang disebabkan oleh bakteri vibrio terjadi akibat kualitas
perairan yang tidak sesuai dengan standart kualitas perairan yang sudah di
tetapkan. Kualitas air yang digunakan dalam budaya udang vannamei pada
umumnya memiliki kecerahan air ideal 30 cm, hal tersebut bertujuan agar dapat
menunjukkan populasi plankton dan kandungan material terlarut yang ada didalam
air, suhu ideal yang dibutuhkan berkisar 25-31°C, sedangkan pH optimal yang
dibutuhkan untuk budidaya udang vanname adalah 7,5 8,5 yaitu dengan pH
netral hal tersebut bertujuan untuk menunjukkan imbangan yang optimal antara
oksigen dan karbondioksida serta menghambat mikroorganisme merugikan yang dikhawatirkan dapat berkembang pada kolam tambak udang vannamei (Multazam
et al.,2017).
Pengecekan kualitas air pada tambak udang sangat penting dilakukan untuk
meminimalisir terjangkitnya penyakit yang tidak diinginkan terhadap udang, yang
akan memberikan efek kematian masal pada tambak udang dan menyebabkan
terjadinya gagal panen serta kualitas udang yang kurang baik. Keadaan kualitas
air tambak akan berperan terhadap kondisi dan performa udang yang
dibudidayakan. Kualitas air yang terus mengalami perubahan akan membuat
udang lebih mudah mengalami stress, udang yang stres akan mudah terserang
penyakit dan mati, oleh karena itu pembudidaya perlu memahami kondisi kualitas
air dan rutin melakukan pengecekan terhadap parameter kualitas air pada tambak
udang (Ariadi et al., 2021).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Rosalinda
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords UDANG VANNAME
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 04:01
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18654

Actions (login required)

View Item
View Item