TRUNOJOYO-KP-27695-200311100042-Ryo aditya_200311100042_Laporan PKL (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Jagung manis merupakan sayuran yang banyak digemari karena rasanya enak,
kandungan protein, karbohidrat, vitamin serta kadar gulanya relatif tinggi tetapi
kandungan lemaknya rendah. Selain untuk olahan sayuran, jagung manis dapat
dikonsumsi setelah direbus maupun dibakar (Sirajuddin, 2010). Rasa manis yang
dimiliki oleh jagung manis (sweet corn) dikarenakan mengandung kadar gula lebih
tinggi dari pada jagung biasa. Adapun kadar gula pada jagung manis adalah 5-6%,
sedangkan kadar gula jagung biasa berkisar 2-3% (Silaban et al., 2013).
Seiring muncul dan berkembangnya pasar-pasar modern, permintaan terhadap
jagung manis di Indonesia semakin meningkat. Akan tetapi petani di Indonesia belum
sepenuhnya dapat memanfaatkan besarnya peluang pasar jagung manis ini (Meriati,
2019). Pada tahun 2022, impor jagung manis sebesar 2,6 ton, sedangkan pada tahun
sebelumnya sebesar 2 ton. Hal ini menandakan bahwa produksi jagung manis
nasional belum dapat mencukupi permintaan pasar (BPS, 2023)
Adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan benih
tanaman yang bermutu sehingga dapat meminimalisir kerugian yang dialami oleh
petani. Untuk menetapkan standar mutu benih yang baik dapat diperoleh dengan
melakukan pengujian mutu benih tanaman. Pengujian benih merupakan penilaian
secara objektif mengenai mutu benih yang diproduksi atau diedarkan. Pentingnya
melakukan pengujian benih yaitu untuk mengetahui informasi maupun kualitas dari
benih tersebut.
Mutu benih dapat dinilai dari mutu fisik, fisiologis, dan genetis, serta
memenuhi persyaratan kesehatan benih. Mutu fisik benih dapat diukur dari
kebersihan benih, ukuran, bentuk, dan warna yang homogen serta tidak mengalami
kerusakan mekanis ataupun karena serangan hama dan penyakit. Mutu fisiologis
diukur dari viabilitas benih, kadar air, dan daya simpan benih. Sedangkan mutu
genetik diukur dari tingkat kemurniannya (Widajati et al., 2013).
Benih yang memiliki mutu tinggi dapat dicirikan oleh mutu fisik baik,
kemurnian spesies tinggi, daya berkecambah dan vigor tinggi, ukuran seragam, bebas
dari biji gulma dan penyakit seedborne, serta kadar air optimal. Benih bermutu tinggi dapat diperoleh melalui pengawalan mutu benih dari tanam, panen, prosesing, dan
penyimpanan. Parameter utama standar mutu benih adalah kemurnian benih, kadar
air, dan daya berkecambah. Ketiga parameter tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor
genetik, lingkungan, dan status benih (Sundari dan Ratri, 2018).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RYO ADITYA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | JAGUNG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18649 |
