TRUNOJOYO-KP-27694-200331100089-RIZQY RAWHATY RAJABIYAH_200331100089_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Abstract
Air minum dalam kemasam yaitu air baku yang telah melalui proses
pengolahan dan dikemas baik dalam kemasan botol maupun cup yang siap
dikonsumsi. Proses pembuatan air minum dalam kemasan melalui 3 tahapan
yaitu penyaringan, disinfeksi dan pengisian. Ketiga tahapan proses tersebut
harus terlaksana dengan baik agar menghasilkan air minum dalam kemasan
yang layak dikonsumsi berdasarkan standar mutu yang ada (Gafur et al., 2016).
Air merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat dalam melaksakan aktivitasnya
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Air yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari dikategorikan dalam kategori air bersih. Kebutuhan air
bersih semakin meningkat akan bertambahnya jumlah manusia di bumi ini. Hal
tersebut menyebabkan adanya krisis air bersih bagi kehidupan manusia
sehingga terjadi perebutan penggunaan air bersih untuk berbagai pemakaian.
Adanya perebutan penggunaan air mengakibatkan beberapa orang kehilangan
akses untuk penggunaan air bersih. Selain itu, perilaku boros air bersih bagi
sebagian orang juga menyebabkan beberapa orang kehilangan akses untuk
penggunaan air bersih (Wicaksono et al., 2019).
Dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, penggunaan air salah satunya
yaitu sebagai air minum. Air yang dikonsumsi sebagai air minum harus
memperoleh perhatian yang utama mengenai kualitas air tersebut. Air minum
harus terbebas dari cemaran mikroba yang melebihi dari standar yang telah
ditentukan. Air dapat dikonsumsi sebagai air minum harus memenuhi beberapa
syarat diantaranya yaitu secara fisik air otidak berwarna, tidak berbau dan tidak
berasa (Amelia, 2019). Terdapat berbagai cara untuk pengolahan air menjadi air
minum. Salah satunya yaitu pengolahan air dengan menggunakan metode
penyaringan atau filtrasi. Merose filtrasi merupakan proses pengolahan air
menggunakan media sand filter dan carbon filter. PT Tirta Sukses Perkasa
Nganjuk merupakan salah satu produsen air minum dalam kemasan yang
mengolah air melalui proses filtrasi dan water treatment menggunakan proses
ozonisasi. Perusahaan ini memproduksi air minum dalam kemasan dalam bentuk
Cup 220 ml dan Cup 150 ml serta galon 19 L.
Dalam setiap perusahaan penting adanya penerapan keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) untuk memberi perlindungan kepada pekerjanya akan
resiko kecelakaan kerja yang dapat mengancam keselamatan pekerjanya. Kecelakaan kerja dapat ditimbulkan dari 3 faktor diantaranya tindakan tidak
aman, kondisi tidak aman dan faktor nasib atau kejadian yang tidak bisa
diramalkan dapat menimbulkan kecelakaan kerja (Aini Nuryono, 2020). Seperti
halnya perusahaan pada umumnya PT Tirta Sukses Perkasa Nganjuk juga
berpotensi memiliki resiko dan bahaya kecelakaan kerja. Resiko yang berpotensi
menimbulkan kecelakaan kerja di PT Tirta Sukses Perkasa Nganjuk diantaranya
yaitu adanya tindakan tidak aman dari pekerja yang tidak menggunakan APD
sesuai standar peraturan yang berlaku. Adanya kondisi tidak aman dari penataan
barang pada gudang serta terdapat beberapa lokasi kerja yang berpotensi
menimbulkan penyakit akibat kerja seperti adanya paparan Gas Ozon (O3) pada
ruangan filling dan paparan bahan kimia pada laboratorium dan tempat
penyimpanan limbah B3.
Tingginya tingkat resiko kecelakaan kerja di PT Tirta Sukses Perkasa
Nganjuk mewajibkan perusahaan menerapkan K3 agar dapat memberikan
perlindungan kepada para pekerjanya. Harapannya dengan adanya perlindungan
dari perusahaan kepada para pekerjanya dapat meningkatkan produktivitas
kinerja pekerja sehingga seluruh operasional perusahaan dapat berjalan dengan
lancar. Perlindungan yang diberikan oleh perusahaan kepada pekerjanya yaitu
melalui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja untuk memberikan rasa
aman, nyaman, sehat dan selamat dalam melaksanakan kegiatan kerja bagi
pekerja. Sehingga dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dapat
meningkatkan produktivitas pekerja secara optimal (Wahyuni et al., 2018).
Keselamatan dan kesehatan kerja penting diterapkan pada suatu perusahaan.
Faktor utama yang mendasari pentingnya penerapan keselamatan dan
kesehatan kerja di perusahaan yaitu adanya indikasi kecelakaan dan penyakit
yang timbul akibat kegiatan kerja di perusahaan tersebut. Sehingga dengan
adanya indikasi tersebut membuat pekerja merasa tidak nyaman dan tidak aman
dalam melaksanakan aktivitas kerja. Maka, dengan adanya penerapan
keselamatan dan kesehatan kerja dapat memberikan rasa aman, nyaman dan
selamat bagi pekerja sehingga produktivitas pekerja meningkat dan seluruh
operasional perusahaan dapat berjalan secara optimal (Kartikasari Swasto,
2017).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RIZQY RAWHATY RAJABIYAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PT TIRTA SUKSES PERKASA NGANJUK |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 04:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18647 |
