PENANGANAN BAHAN BAKU DAN MANAJEMEN PENGGUDANGAN DI PT TIRTA SUKSES PERKASA plant NGANJUK, JAWA TIMUR

IHZA DANU MAHENDRA (2023) PENANGANAN BAHAN BAKU DAN MANAJEMEN PENGGUDANGAN DI PT TIRTA SUKSES PERKASA plant NGANJUK, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27693-200331100078-IHZA DANU MAHENDRA_200331100078_LAPORAN PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27693-200331100078-IHZA DANU MAHENDRA_200331100078_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Perusahaan pengolahan air minum dalam kemasan memiliki bahan baku
utama air. PT Tirta Sukses Perkasa memperoleh bahan tersebut melalui sumber
yang barada didalam perusahaan dengan penanganan melalui beberapa tahap filtrasi. Penanganan bahan baku sangat diperlukan oleh perusahaan dikarenakan
penanganan yang baik juga akan menghasilkan produk yang memiliki nilai
tambah bagi konsumen, penanganan bahan baku di PT Tirtas Sukses Perkasa
memberikan penanganan dengan baik yaitu yang awal dari sumber air, maka
akan melewati beberapa proses filtrasi yang digunakan untuk membunuh
mikroba atau partikel lain yang terdapat pada air tersebut. Selain penanganan
dengan filtrasi, penanganan bahan baku pada air juga dilakukan dengan
dilakukan pengujian laboratorium yang dilakukan setiap sift. Pengujian yang baik
juga akan menghasilkan uji laboratorium sesuai dengan standar perusahaan.
Gudang adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan barang
sebelum poduksi maupun baarang siap jual. Gadang pada umumnya memliki
bentuk menyesuaikan dengan perusahaan tempat gudang berada, hal ini
dikarenakan udang terlalu besar maupun gudang yang sempit juga berpengaruh
pada kualitasdan kuntitas suatu barang. Oleh karena itu gudang dibuat dengan
pola sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dari perusahaan tersebut.
Selain itu gudang didesain juga harus terhindar dari kelembab-an, gudang yang
lembab juga berpengaruh pada material atau barang yang disimpan. Gudang
yang lembab memiliki tingkat kerusakanyang tinggi, hal ini dikarenakan suhu
ruangan yang mengandung air dan dapat menyebabkan material gudang akan
terpengauh terkena air dan menyebabkan kerusakan. Kerusakan yang terjadi
pada barang di gudang bahan pembantu maupun gudang akhir juga akan
berpengaruh pada mutu suatu produk (Syafitri dan Yuliawati, 2021).
Produk yang baik mutunya harus tetap terjaga, untuk menjaga mutu dari
suatu produk juga perlu dilakukan upaya penanganan pencegahan terhadap
kerusakan selama penyimpanan. Penangan yang dilakukan untuk mencegah
terjadinya kerusakan adalah dengan menyimpan produk ditempat yang kering,
selain itu juga menggunakan batas maksimal pada penumpukan suatu produk.
Tempat yang digunakan untuk menyimpan juga harus memenuhi persyaratan
fisik, sehingga suhu, kelembaban, cahaya yang masuk cukup baik. Lingkungan
yang baik untuk penyimpanan yaitu kondisi yang kering dengan sirkulasi udara
baik serta tanpa cahaya yang berlebihan. Suhu yang relatif tinggi dapat
menimbulkan pertumbuhan mikroba dan serangga semakin mudah (Putra &
Risfendra, 2021).
Gudang merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan barang
agar kualitas dan kuantitas dari sebuah produk tetap terjaga. Untuk menjaga agar gudang tetap baik, maka diberikan proses atau alur dari sistem gudang
yang disebut dengan manajemen penggudangan. Menurut (Y. Kusuma et al.,
2017) anajemen penggudangan merupakan suatu proses atau aktivitas dari staf
gudang yang bertujuan untuk melakukan penerimaan, perawatan, pemeliharaan,
penyimpanan dan keamanan keamanan. Oleh karena itu manajemen
penggudangan di perusahaan perlu diperhatikan dan dilakukan dengan tepat
agar kualitas barang gudang tetap terjaga.
Gudang memiliki peranan sebagai tempat untuk menjaga kualitas dan
kuantitas produk sebelum dilakukannya proses produksi maupun akan
didistribusikan. Oleh karena itu untuk menunjang hal tersebut, perusahaan telah
menetapkan standar operasional yang terdapat pada gudang agar barang yang
disimpan tetap memiliki kualitas dan kuantitas yang baik. Kualitas bahan pada
gudang bahan pembantu di PT Tirtas Sukses Perkasa memiliki standar masing -
masing dimana dengan ketentuan awal barang tersebut tetap baik untuk
digunakan tanpa adanya kerusakan pada material. Selain itu perusahaa juga
menetapkan standar operasional untuk gudang produk jadi. Kualitas yang bak
dapat dilihat dari segi fisik barang terebut.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
IHZA DANU MAHENDRA
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords PT TIRTA SUKSES PERKASA plant NGANJUK
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:59
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18646

Actions (login required)

View Item
View Item