TRUNOJOYO-KP-27669-200331100015-Jihan Naifah Syakirah_200331100015_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Gula adalah jenis bahan pokok yang banyak dimanfaatkan masyarakat di
kehidupan sehari-hari karena gula dapat menjadi sumber kalori selain dari bahan
umbi-umbian, jagung dan beras. Jenis-jenis gula yang banyak ditemukan di
pasaran yaitu gula pasir, gula aren, gula merah, gula jagung hingga gula batu.
Gula pasir menjadi salah satu gula yang paling umum dan sering dikonsumsi
masyarakat baik sebagai bahan pemanis alami, bahan tambahan pangan
maupun sebagai bahan pengawet makanan. Gula pasir atau gula kristal putih
(GKP) menjadi salah satu bahan baku yang banyak digunakan di industri pangan
serta kebutuhan rumah tangga sebagai pemanis alami yang terbuat dari
tanaman tebu (Hanifah dan Iftadi, 2022). Tebu merupakan bahan baku utama
dalam pembuatan gula pasir karena tebu mengandung glukosa yang tinggi jika
dibandingkan dengan komoditas hasil pertanian lain. Tebu akan diambil niranya
dan nira tersebut akan diolah menjadi gula pasir. Nira tebu mengandung glukosa
yang cukup tinggi sehingga menyebabkan gula memiliki rasa yang manis.
Gula memiliki sifat higroskopis yaitu sifat yang mudah mengikat air
sehingga menyebabkan gula mencair. Sifat ini akan memengaruhi penampilan
serta kualitas gula sehingga untuk mengatasi hal tersebut gula perlu dikemas
dengan kemasan yang sesuai untuk menghindari kerusakan. Pengemasan adalah suatu proses untuk perancangan serta pembuatan wadah yang
digunakan untuk membungkus suatu produk (Kumalasari dan Azizzah, 2022).
Selain berfungsi untuk melindungi produk, kemasan juga digunakan menjadi
media promosi produk. Hal ini dikarenakan sebagian konsumen tidak hanya
menilai suatu produk dari kualitasnya saja tetapi juga dari segi kemasannya.
Salah satu ciri kemasan yang baik yaitu meningkatkan daya tarik konsumen serta
dapat menyampaikan informasi produk secara jelas kepada konsumen. Kemasan
juga harus dapat menyampaikan tujuan dari produsen kepada konsumen
mengenai produk yang dihasilkan.
PG Rejo Agung Baru Madiun adalah salah satu industri pengolahan
pangan yang bergerak dalam bidang pengolahan gula kristal putih. Pabrik gula
ini berdiri pada tahun 1894 dan beroperasi hingga saat ini. Produk utama yang
dihasilkan dari perusahaan yaitu GKP dengan merek Raja Gula dan produk
sampingannya seperti tetes dan pupuk organik. Produk GKP di PG Rejo Agung
Baru Madiun memiliki 2 jenis kemasan yaitu kemasan karung yang dilapisi
dengan plastik HDPE untuk gula 50 Kg dan kemasan plastik untuk gula 1 Kg.
Penggunaan kemasan yang bermacam-macam ini dikarenakan setiap kemasan
memiliki fungsi yang berbeda, akan tetapi tujuan penggunaannya tetap sama
yaitu sebagai wadah serta untuk menjaga kualitas produk. Oleh karena itu,
kemasan menjadi faktor yang dapat memengaruhi kualitas produk karena dapat
mengurangi kerusakan serta meningkatkan umur simpannya. Proses
pengemasan produk dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga diperlukan suatu
tindakan untuk meminimalisir kesalahan dalam proses pengemasan. Oleh karena
itu, penulis mengambil topik tentang proses pengemasan gula yang ada di PG
Rejo Agung Baru Madiun untuk mengetahui alur prosesnya, mesin dan bahan
yang digunakan, faktor-faktor yang memengaruhi proses pengemasan hingga
analisis yang ada pada proses pengemasan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM JIHAN NAIFAH SYAKIRAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | GULA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:50 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18594 |
