TRUNOJOYO-KP-27666-200331100084-SIVAUN BAGUS ARDIANSYAH_200331100084_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Susu murni dapat disimpan pada suhu kamar selama empat jam dapat
dilihat dari uji asam (pH), uji didih dan waktu reduksi. Kualitas susu akan menurun
jika disimpan pada suhu ruangan dalam waktu lama tua, sehingga tidak layak
untuk dikonsumsi (Asmaq Marisa, 2020). Nilai gizi yang tinggi pada susu
berakibat susu akan mudah rusak oleh pertumbuhan mikroba, menjadikan
penanganan susu segar proses yang penting dalam penyediaan susu. Proses
produksi meliputi penerimaan bahan baku sampai dengan proses akhir menjadi
suatu produk jadi. Proses produksi susu penggunaan mesin Plat Heat Exchager
(PHE) dapat mengakibatkan kerusakan pada susu. Pencegahan dalam adanya
kerusakan susu dapat dilakukan dengan cara pasteurisasi (Faridah Febrianti,
2019).
Proses produksi pasteurisasi adalah salah satu metode pengolahan susu
yang baik untuk diimplementasikan dalam proses pemerahan hingga
pengemasan. Setiap tahapan proses produksi akan mempengaruhi kualitas akhir.
Proses pasteurisasi merupakan salah satu cara pengolahan yang dapat memperpanjang umur simpan susu (Kristanti, 2017). Bakteri yang mencemari
susu di klasifikasikan menjadi dua bagian yaitu bakteri patogen dan bakteri
pembusuk. Prinsip pasteurisasi adalah pemanasan suatu produk dengan suhu
dibawah titik didih 100 ̊C. Pasteurisasi dilakukan pada produk yang tidak tahan
suhu tinggi, termasuk susu. Tujuan pasteurisasi adalah membunuh
mikroorganisme yang bersifat patogen (Prasetyo et al., 2020).
Pentingnya tahapan proses produksi yang termasuk dalam pengolahan
susu yaitu ketika susu murni dimaksudkan untuk diubah menjadi susu pasteurisasi
dalam keadaan baik, dengan ciri fisik susu berwarna putih kekuningan, berbau
menyengat non-pedas, non-dadih dan susu dalam kondisi bersih sehingga
dampak negatifnya sangat kecil. Produksi susu pasteurisasi yang berbahan dasar
susu rusak akan berbahaya atau dapat mempengaruhi kesehatan manusia,
sehingga perlu memiliki pemahaman yang baik tentang susu sapi. Penempatan
susu pasteurisasi juga akan mempengaruhi kualitasnya dengan meletakkan botol
penyimpanan susu dalam ruang dingin mengurangi jumlah mikroorganisme dalam
proses distribusi dan penyimpanan susu (Wulandari et al., 2017).
Berdasarkan latar belakang diatas, pembahasan laporan Praktik Kerja
Lapang lebih menekankan dan mengarah pada kondisi di KPSP Setia Kawan
Nongkojajar Pasuruan yang berkaitan dengan proses produksi susu pasteurisasi
yang di kelola KPSP Setia Kawan. Proses produksi dapat didefinisikan sebagai
cara, metode, dan teknik menciptakan atau meningkatkan penggunaan barang
atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada meliputi (pekerjaan,
mesin, bahan, aset). Sebagai hasil dari proses PKL di KPSP Setia Kawan
Nongkojajar berlokasi di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Dengan
demikian penulis mengidentifikasi objek pembahasan mengenai “Proses Produksi
Susu Pasteurisasi di KPSP Setia Kawan, Nongkojajar Pasuruan”
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SIVAUN BAGUS ARDIANSYAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | SUSU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:50 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18590 |
